Suara.com - Pertama kalinya, Oppo berhasil menggusur posisi Samsung dalam daftar penguasa ponsel di Indonesia per Q2 2019. Temuan ini berdasarkan riset yang dilakukan oleh firma analis pasar Canalys.
Melalui keterangan resminya, Selasa (13/8/2019), Oppo mencatatkan telah memiliki market share 26 persen dengan pertumbuhan 54 persen dari periode yang sama di tahun lalu.
Sementara Samsung yang tahun lalu masih berstatus sebagai raja ponsel di Tanah Air, kini dipaksa turun ke posisi kedua dengan raihan 24 persen atau naik 10 persen ketimbang periode yang sama di tahun sebelumnya.
Nasib kurang baik justru diterima oleh Xiaomi. Meski masih kokoh di urutan ketiga, tetapi pangsa pasarnya di Indonesia kini menjadi 19 persen, turun 9 persen dari Q2 2018.
Di posisi keempat, Vivo menguntit dengan perolehan pangsa pasar 15 persen dengan pertumbuhan yang cukup signifikan, yakni 62 persen.
Tapi yang paling mengejutkan justru berasal dari realme, pendatang baru yang langsung meroket ke urutan kelima penguasa ponsel di Indonesia karena menguasai 7 persen pangsa pasar domestik.
Merek ponsel yang belum genap berusia satu tahun di Indonesia itu sanggup mengusir Advan, satu-satunya merek lokal yang di tahun sebelumnya ada di posisi kelima.
Berita Terkait
-
Saingi Apple dan Samsung, realme Masuk 10 Besar Ponsel Terlaris di Dunia
-
Daftar Penguasa Pasar Ponsel di Indonesia di Q1 2019, Xiaomi Salip Oppo
-
Secara Global Turun, Brand Satu Ini Tetap Rajai Pasar Tanah Air
-
Disalip Xiaomi di Indonesia, Ini Kata Vivo
-
Penjualan Ponsel Indonesia Cetak Rekor Tertinggi
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Amerika Serikat Pakai ChatGPT Buat Perang
-
Alasan Harga BBM Non Subsidi Naik Hari Ini, Shell Diesel Ikutan Tembus Rp25 Ribuan
-
Rp401 Miliar Dipamerkan, Siapa yang Membuat Nikel Bisa Keluar?
-
Terjebak Lowongan jadi Satpam Bergaji Tinggi, 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia
-
2 Rekomendasi Bedak Skintific untuk Mengunci Minyak dan Menyamarkan Pori
-
Film Medalist Tayang 19 Februari 2027, Trailer All-Japan Novice Dirilis
-
Kenapa Galaxy Watch9 Butuh 7 Malam? Ini Cara AI Membaca Pola Tubuh Pengguna
-
Info Intelijen RI: WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia Direkrut Negara Pihak Ketiga, Diimingi Gaji Besar
-
Kematian Warga Pejompongan dan Dugaan Kehadiran Hercules, Puan Minta Polisi Tak Ragu Usut
-
Imigrasi Sumut Dorong Reformasi Birokrasi Berorientasi pada Pelayanan dan Kepercayaan Publik