Sementara emisi gas karbon oleh Panel Antar Pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) diprediksi terus meningkat 17,8% pada 2030. Regulasi perubahan iklim global di suatu negara semakin sangat penting dan isu-isu atau implikasi dari meningkatnya suhu permukaan bumi dan ekstremitas fenomena alam perlu ditangani dengan cerdas.
Dalam megatrends demografi dan perubahan sosial muncul pergeseran dalam perilaku sosial, individualistis, ukuran keluarga lebih kecil, dan gaya hidup tentang keberlanjutan dan kesehatan. Demografi menyentuh aspek populasi penuaan (usia 65 ke atas), mobilitas global, dan meningkatnya gap antara kaya dan miskin. PBB melaporkan bahwa populasi lansia dunia meningkat menjadi 21% di tahun 2050.
Penuaan menyiratkan perubahan dalam gaya hidup dan pola konsumsi, yang akan mempengaruhi jenis produk dan layanan dalam permintaan dan arah inovasi. Sementara megatrends geopolitik merangkum bangkitnya globalisasi kelas menengah (kapitalisme), nasionalisme dan sistem politik.
Kekuatan ekonomi global diprediksi bergeser dari Eropa ke Asia dimana India, Indonesia dan Korea selain Jepang dan China akan menjadi motor ekonomi dunia setelah 2030. Namun nasionalisme semakin memudar dengan konektivitas yang tanpa batas dan kerentanan dunia maya menjadi salah satu medan pertempuran antara negara dan aktor non-negara.
Munculnya model bisnis baru membuat perusahaan di semua sektor akan bergulat dengan bagaimana perkembangan ini akan mempengaruhi harapan konsumen, cara mereka berinteraksi dengan pelanggan mereka, dan bentuk operasi virtual yang mendasari.
Munculnya berbagai inovasi dalam disiplin ilmu seperti elektronik, komputer, nanoteknologi, dan sistem transportasi menandakan megatrends dalam sektor teknologi. PwC melaporkan, 60% generasi muda menjelang 2025 akan memasuki lapangan kerja yang saat ini tidak ada. Artinya 3 dari 5 lapangan kerja akan didominasi oleh digitalisasi pada tahun 2030.
Digitalisasi ini dipacu oleh revolusi industri 4.0 dimana kecerdasan buatan, big data dan analytics, internet of things (IoT), dan komputasi awan mendominasi transformasi digital hingga 2050. Perkembangan elektronika juga semakin berhasil mengecilkan prototipe hardware termasuk robot aplikasi.
Dengan kata lain, teknologi memungkinkan efisiensi energi dalam bidang konstruksi, dimana kayu atau batu untuk bahan bangunan akan bertransformasi dengan material aditif baru yang lebih fleksibel dan ekonomis.
Perkembangan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) semakin revolusioner, bahkan mengetikkan tangan pada keyboard PC, laptop atau handphone akan digantikan dengan suara. Ke depan pikiran, ide-ide atau akal (brainware) akan langsung dapat disketsa pola-polanya di depan komputer. Pengiriman barang (delivery) bakal bertransformasi dengan sistem augmentasi drone. Pusat-pusat logistik semakin terdesentralisasi dengan otomatisasi moda transportasi.
Baca Juga: Pakai Teknologi Augmented Reality, Google Tampilkan Gambar 3D
Konektivitas semakin meningkat secara eksponensial dengan munculnya smartphone super canggih yang dilengkapi dengan keamanan siber dan kecepatan akses internet yang mumpuni. Model baru dalam pelayanan sosial media baik untuk bisnis maupun bersosialita makin masif dengan kreativitas Apps baru.
Selain itu, terobosan digital semakin mengganggu semua sektor seperti layanan keuangan (misalnya Fintech dengan platform P2P), crowdfunding ekuitas, sistem pembayaran online, cryptocurrency, dan blockchain. Data menjadi aset yang sangat berharga dalam menemukan peluang bisnis dan pasar, terutama berkembang pesatnya bidang data science.
Tidak dipungkiri pula bahwa setiap kemajuan teknologi baru memunculkan kerentanan baru yang akan menantang organisasi penegakan hukum, keamanan, dan pertahanan. Organisasi ini diharapkan mampu menangani isu-isu ini dengan skala kecepatan bisnis.
Di sektor pendidikan tinggi sebagai basis pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi, bukan sekedar menargetkan lulusan yang profesional dalam bidang teknik, kemampuan bersaing dengan pekerja asing, dan globalisasi pendidikan, melainkan kemampuan untuk menjadi hub penelitian, teknologi, jaringan cerdas, dan peradaban dunia.
Sumber daya manusia (SDM) menjadi komponen mendasar yang harus ditingkatkan kualitasnya terutama lompatan kemampuan untuk menyiapkan bahan ajar berorientasi pasar dan melampaui zamannya, inovasi pembelajaran berbasis TIK terkini hingga produktivitas penelitian dan pengabdian masyarakat dengan menghasilkan publikasi bereputasi tinggi, hak cipta, paten, dan penyebaran ipteks.
Dosen adalah superhero dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan bebannya diperkirakan meningkat ke Panca Dharma Perguruan Tinggi menjelang tahun 2050. Penyusunan rencana strategis (renstra) menjadi kunci penting untuk keberkelanjutan sebuah perguruan tinggi.
Akhirnya, pembangunan ibu kota baru yang bakal berdampak pada semua sektor terutama ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, politik, dan lain-lain seyogyanya telah mempertimbangkan megatrends ini. Pertimbangan ini tentu merujuk pada ibu kota dengan konsep kota cerdas (smart city), berkelanjutan, berbudaya, mobilitas, konektivitas, beradaptasi dengan kompleksitas, aman dan dinamis.
********
Wayan Suparta adalah dosen di Program Studi Informatika, Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), Tangerang Selatan, Banten sejak 6 Februari 2019 hingga sekarang.
Sebelumnya beliau adalah dosen di Prodi Teknik Elektro, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (Februari 2018 - Juli 2018). Adjunct Professor di Prodi Teknik Sipil, Universitas Teknologi Yogyakarta (September 2017 - Januari 2018).
Sebelum pulang ke Indonesia, beliau bekerja di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) sebagai dosen dan peneliti dengan jabatan mulai dari Senior Lecturer sampai Associate Professor dari Juli 2008 hingga April 2017 dan karirnya diawali sebagai Post Doctoral Fellow (2007-2008).
Sempat dipromosikan sebagai profesor penuh de facto di UKM (April - Juni 2017), namun karena universitas mengalami masalah keuangan, akhirnya beliau mengundurkan diri pada 16 Juni 2017.
Sewaktu di Malaysia, dia juga tercatat sebagai staf pengajar tidak tetap di Program Doctor of Computer Science (DCS), Universitas Bina Nusantara (BINUS) Jakarta. Karir awalnya dimulai sebagai Guru Fisika, Elektronika, dan Komputer di SMAK Cor Jesu Malang (1994-1997), dan guru Fisika dan Elektronika di SMAK Santo Aloysius Bandung (1997-2000). Kemudian menjadi Dosen Teknik Elektro di College Legenda Group, Malaysia (2000 - 2004) sebelum ke UKM.
Sementara riset yang digeluti sejak 2003 adalah Teknologi GPS/GNSS, Remote Sensing, Smart Systems, Aplikasi Artificial Neural Network dan Data Mining.
Berita Terkait
-
Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, Politikus PKS: Enggak Bisa Cuma Minta Izin
-
Tak Soal Pindah ke Jonggol, Zulhas: Brasil Saja 5 Kali Pindah Ibu Kota
-
Swasta Tertarik Ikut Bangun Ibu Kota Baru Kalau...
-
ICP DAS Bantu Pabrik Jadi Lebih Cerdas Hadapi Revolusi Industri 4.0
-
Bima Arya Dukung Penuh Rencana Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Laris Manis Penjualan Mitsubishi New Xforce HEV di GIIAS 2026
-
Legal Standing Belum Lengkap, Praperadilan Kedua Lodewyk Pusung Terkait Korupsi MBG Ditunda
-
Apa Syarat Iran ke Amerika Serikat Agar Selat Hormuz Dibuka untuk Tanker Minyak?
-
Viral Turis Dilecehkan di Pantai Lovina, Polres Buleleng Koordinasi dengan Polisi Taiwan
-
Aroma Kopi dan Deru Hairdryer: Kedok Pabrik Narkoba Remote Control di Kamar Kos Sidoarjo
-
Skin Tint Luxcrime untuk Kulit Apa? Kenali Keunggulan dan Review Lengkapnya!
-
Profil KH Anwar Zahid Bojonegoro, Dai Kondang Selamat dari Kecelakaan Mobil
-
Jurnalis Ini Diciduk Polisi Gegara Laporan Rumor Transfer Pemain, Kok Bisa?
-
4 Shio Paling Rentan Selingkuh, Disebut Mudah Tergoda untuk Mendua
-
Desa Les: Kisah Nyoman Nadiana Mengenalkan Desa Pada Dunia