Suara.com - Perkataan bos taksi Malaysia, Shamsubahrin Ismail membuat warganet Indonesia geram. Akibat ulahnya itu, Big Blue Taxi perusahaan taksi yang didirikannya jadi sasaran.
Sebelumnya, bos taksi Malaysia ini melakukan penolakan pada Gojek yang ingin masuk ke negaranya. Namun dalam penolakannya membuat netizen Indonesia murka.
Pasalnya, pendiri Big Blue Taxi ini menyebut Indonesia negara miskin. Dan Ojek online tidak menjamin masa depan pemuda Malaysia.
Mendengar perkataan Shamsubahrin Ismail, netizen Indonesia pun langsung menyerbu perusahaan taksi Malaysia tersebut di Googlee.
Netizen Indonesia membanjiri perusahaan Big Blue Taxi dengan review buruk di Google Maps. Bahkan lengkap dengan foto-foto kecelakaan taksi.
Seperti diketahui, Google Maps memberikan fitur review untuk lokasi di peta digital. Termasuk kantor dari perusahaan Big Blue Taxi tersebut.
Perusahaan taksi Big Blue Taxi yang berlokasikan di Kuala Lumpur, Malaysia ini mendapatkan ratusan review netizen Indonesia dengan rating bintang satu.
Dalam waktu sekejap, rating Big Blue Taxi langsung anjlok jadi 1 bintang di Google Maps. Tidak lain karena serbuan netizen Indonesia.
Hal ini diketahui dari banyak komentar dalam review Google Maps Big Blue Taxi tersebut. Dari pantauan tim HiTekno.com, taksi Malaysia ini mendapatkan lebih dari 600 riview.
Baca Juga: Gojek Ditolak Taksi Malaysia, Menkominfo Rudiantara Sebut Tidak Adil
Beberapa komentar dalam review ini memang menyoroti perkataan bos taksi Malaysia tersebut yang sebut Indonesia negara miskin.
Tak hanya itu, lokasi Big Blue Taxi lainnya pun tidak kalah dapatkan review buruk dari netizen Indonesia. Bahkan ada yang merubah namanya menjadi Big Blue Taxi Services Botol kecap abs.
"Selamat pemilik Anda hanya menghancurkan citra perusahaan Anda sendiri dengan pernyataan Anda ke negara kami" komentar seorang netizen.
"Pemilik tidak punya sikap, dia takut jika gojek yang jauh lebih murah dan lebih baik akan beroperasi di malaysia .. ini adalah kekuatan netizen kami" tulis netizen lain.
Itulah review buruk yang didapatkan Big Blue Taxi dari netizen Indonesia karena perkataan bos taksi Malaysia yang menyebut Indonesia negara miskin.
Berita Terkait
-
DPR Sahkan UU Kerja Sama Pertahanan, Bidik Alih Teknologi dan Penguatan SDM Militer
-
Mengintip Kehidupan Dua Negara dari Wisata Patok Perbatasan Sebatik
-
Penantian 18 Tahun Terbayar, 5 Ribu Penggemar 'Karaoke Massal' di Konser Peterpan Malaysia
-
John Herdman Ingin Timnas Indonesia Hadapi Malaysia di AFF 2026, Kenapa?
-
Review Boboiboy Movie 2: Definisi Masterpiece Animasi yang Melampaui Ekspektasi!
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
The Black Lizard: Duel Kecerdasan Detektif dan Ratu Kriminal yang Menegangkan
-
Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil 3 Kancil Politik: Kalau Mereka Kumpul Repot Kita!
-
Nekat Tembak Paha Korban Lalu Kabur ke Lampung, Duo Maling Motor Matraman Ciut di Tangan Polisi
-
6 Cara Mengatasi Blush On Ketebalan dan Terlalu Menor, Tak Khawatir Merusak Makeup
-
Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos
-
Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu
-
Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih
-
Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk
-
Penghitungan Kerugian Negara Disorot, BPKP Diminta Evaluasi Metode Audit
-
Jogja Dibanjiri Event, Pelaku Industri Kreatif Diingatkan Jangan Ganggu Aktivitas Warga