Suara.com - Para ilmuwan tengah memikirkan pemindahan manusia tinggal di Mars. Namun, banyak hal yang harus menjadi pertimbangan dan salah satunya adalah cara manusia bertahan hidup.
Diperkirakan, satu juta orang dapat bertahan hidup di Planet Merah tersebut selama setuju menanam makanan mereka sendiri dan memakan serangga.
"Kami memodelkan kebutuhan kalori dan kebutuhan lahan untuk permukiman permanen Mars yang mencapai populasi satu juta orang dan menjadi swasembada pangan dalam satu abad," tulis para peneliti dalam penelitian mereka, yang diterbitkan dalam jurnal New Space dilansir dari Metro.
Model itu menyebutkan, kebutuhan kalori dipenuhi dengan makanan yang diproduksi secara lokal di Mars dikombinasikan dengan impor dari Bumi.
Produksi dan distribusi makanan kemungkinan akan membentuk bagian penting dari pertumbuhan ekonomi Mars, dengan input dari industri tradisional (bioteknologi, robot, pertanian) dan yang baru.
Sementara itu, penelitian sebelumnya menemukan bahwa 84 persen orang beralih ke diet vegetarian atau vegan kembali makan daging. Untuk membantu memuaskan nafsu manusia akan daging, para peneliti menyarankan untuk menanam serangga seperti jangkrik.
Buat mereka yang ‘neophobes’ yang takut akan hal-hal baru, memutuskan tidak memakan serangga, pengganti daging itu dapat diubah menjadi tepung kriket olahan untuk menyembunyikan asal-usulnya yang menyeramkan.
"Jenis pertanian ini sangat bagus karena memberikan kalori dalam jumlah besar per unit tanah sambil menggunakan air dan pakan dalam jumlah yang relatif kecil," tambah para ilmuwan.
Buat mereka yang menginginkan aneka makanan dan camilan, dapat mengimpornya dari Bumi. Hal ini untuk memenuhi hak manusia untuk bertahan hidup, beberapa kebutuhan harian minimum untuk kalori dan nutrisi akan diperlukan agar tetap bertahan baik di Bulan atau planet apa pun.
Baca Juga: Terkuak! Ini Sumber Dana Biayai Aksi Demo Mahasiswa
Berita Terkait
-
Ngenes! Ratusan Juta Burung Menghilang di Bumi, Ini Penyebabnya
-
Romantis, Kerangka Berumur Ribuan Tahun Ini Ditemukan Bergandengan Tangan
-
Ilmuwan Sukses Ciptakan Embrio Badak Putih Utara yang Hampir Punah
-
Inilah Garlic 2.0, Kucing Pertama Hasil Kloning Ilmuwan China
-
Letusan Gunung Api Bawah Laut di Samudra Pasifik Ciptakan Efek Mengerikan
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Redmi Buds 8 Lite Rilis Global: TWS Harga Murah Meriah dengan ANC, Siap ke Indonesia
-
55 Kode Redeem FF Terbaru 16 Januari 2026: Raih Gojo Arrival dan Tsukamoto Backpack
-
Rumor Nintendo Switch 2 Pro OLED, Kode Misterius Muncul di Situs Resmi
-
3 HP Infinix RAM 12 GB Mulai Rp2 Jutaan: Performa Kencang, Harga Ramah di Kantong
-
Menanti Vivo X200T, HP Flagship Harga Miring dengan Skor AnTuTu Tinggi
-
Apa Itu VPN dan Bagaimana Cara Menggunakannya? Tak Hanya untuk Buka Situs yang Diblokir
-
Penampakan Sophie Turner sebagai Lara Croft Beredar, Penggemar Tomb Raider Terpukau
-
Kata Baban Usai Raih Piala di Free Fire Awards 2025, Konsistensi Jadi Kunci Kesuksesan
-
Xiaomi Pastikan REDMI Buds 8 Lite dan Mijia Smart Audio Glasses Hadir di Indonesia
-
Netzme Dorong Digitalisasi UMKM Lewat QRIS TAP di NumoFest 2026