Tekno / Tekno
Rabu, 04 Maret 2026 | 13:24 WIB
Air minum gratis berbasis Reverse Osmosis (RO). [Modena]
Baca 10 detik
  • Modena meluncurkan delapan titik air minum gratis berbasis Reverse Osmosis di Jakarta dan Bekasi selama Ramadhan.
  • Inisiatif ini juga menyelamatkan 62 kilogram makanan berlebih yang diolah menjadi hidangan berbuka puasa.
  • Program terpadu ini bertujuan mengurangi limbah plastik dan sisa makanan, mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Suara.com - Ramadhan tahun ini diwarnai terobosan teknologi berkelanjutan melalui peluncuran delapan titik air minum gratis berbasis Reverse Osmosis (RO) serta program penyelamatan makanan berlebih (food rescue) oleh Modena.

Inisiatif Modena Food Hub, memadukan inovasi pemurnian air dengan pemanfaatan food waste untuk menjawab dua persoalan krusial perkotaan, yakni limbah plastik dan sisa makanan.

Langkah tersebut menghadirkan akses hidrasi gratis di ruang publik sekaligus mengolah bahan pangan surplus menjadi hidangan berbuka puasa bagi masyarakat yang membutuhkan.

8 Titik Air Minum Publik dengan Teknologi Reverse Osmosis

Delapan titik air minum gratis kini tersedia di sejumlah lokasi strategis Jakarta hingga Bekasi, meliputi 4 titik di Masjid Agung Al Azhar, 2 titik di Masjid Raya Al Azhar Jababeka, 1 titik di Masjid Al-Bakrie, dan 1 titik di Jembatan Penyeberangan Multiguna Lebak Bulus.

Seluruh fasilitas menggunakan teknologi Reverse Osmosis, sistem penyaringan bertekanan tinggi yang mampu menghilangkan partikel mikro, logam berat, serta kontaminan berbahaya sehingga air tetap higienis dan aman dikonsumsi.

Hingga kini, lebih dari 150.000 liter air minum telah disalurkan Modena Pure Hub kepada masyarakat melalui inisiatif ini.

Kehadiran fasilitas air minum gratis juga berkontribusi pada pengurangan konsumsi air kemasan sekali pakai yang menjadi salah satu penyumbang utama sampah plastik perkotaan.

Winda Aulia Pratiwi, Sustainability Lead MODENA, menyampaikan bahwa pendekatan ini dirancang terintegrasi.

Baca Juga: Ajang Teknologi Dunia Kembali Digelar di Taipei, 1.500 Inovasi AI Dipamerkan

“Perluasan akses air bersih dan pengurangan limbah harus berjalan beriringan. Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat selama Ramadhan, tetapi juga berdampak jangka panjang terhadap lingkungan,” ujarnya dalam keterangan resminya, Rabu (4/3/2026).

62 Kg Makanan Diselamatkan, Diolah Jadi Menu Berbuka

Selain menghadirkan teknologi hidrasi publik, program ini juga menjalankan rescue kitchen bekerja sama dengan Scholars of Sustenance, organisasi global yang fokus pada pengurangan limbah makanan dan ketahanan pangan.

Sebanyak 62 kilogram makanan surplus berhasil diselamatkan dari potensi terbuang. Bahan pangan yang masih layak konsumsi tersebut kemudian diolah menjadi hidangan berbuka puasa untuk 100 penerima manfaat di Kampung Gasong, Menteng Atas, Jakarta Selatan.

Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana sistem distribusi pangan yang lebih cerdas dapat menekan angka food waste sekaligus memperluas akses makanan bagi kelompok rentan.

Teknologi, SDGs, dan Aksi Iklim

Load More