Suara.com - Game Call of Duty resmi dirilis versi mobile, tentunya game ini langsung menjadi pesaing PUBG Mobile. Lantas apa perbedaan antara keduanya ini ya?
Call of Duty Mobile hadir dari franchise ternama game FPS besutan Activision. Game ini telah bisa dimainkan sejak Selasa (1/10/2019).
Game mobile ini resmi masuk ke Indonesia dengan menggandeng Garena yang sebelum sudah terkenal menaungi game battle royale Free Fire.
Sedangkan PUBG Mobile adalah versi game mobile dari PlayerUnknown's Battlegrounds. Tencent selaku publisher menghadirkannya langsung ke berbagai negara.
Meski terlihat bersaing, namun ternyata di balik kedua game mobile ini tetaplah Tencent. Activision mempercayakan penggarapan game mobile Call of Duty kepada Tencent.
Tencent Games menggandeng Timi Studio yang sebelumnya terkenal menggarap Age of Valor (AoV) resmi menggarap Call of Duty Mobile.
Padahal Tencent sendiri punya PUBG Mobile yang penggarapannya berkolaborasi dengan Lightspeed & Quantum, Krafton, dan PUBG Corporation.
Lalu bagaimana perbandingan antara Call of Duty Mobile vs PUBG Mobile ini? Game mobile yang lebih menarik untuk dimainkan saat ini?
Simak berikut ini tim HiTekno.com ramkum perbandingan antara dua game mobile ini. Si pendatang baru lawan game paling populer saat ini.
Baca Juga: Begini Ponsel yang Kamu Perlukan untuk Download Call of Duty: Mobile
Mode Permainan
PUBG Mobile sudah pasti menawarkan mode gameplay battle royale. Karena game mobile ini memang terkenal sebagai salah satu yang mempopulerkan battle royale.
Mode yang menerjunkan pemain pada sebuah area untuk saling membantai. Di mana area akan semakin menyempit seiring berjalannya waktu.
Sedangkan Call of Duty menawarkan mode permainan yang lebih beragam. Yang pertama langsung bisa dicoba adalah multiplayer (co-op).
Dalam mode multiplayer ini, pemain akan dibagi jadi dua tim yang saling bertempur. Tim mana yang menghasilkan nilai tertinggi maka mereka yang menang.
Call of Duty juga menawarkan mode battle royale, namun baru bisa diakses jika pemain sudah mencapai level 7. Soal mode permainan, game mobile ini menawarkan lebih banyak pilihan.
Berita Terkait
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Higgs Games Island Gaet Lus Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia Naik Kelas ke Level Global
-
Wakil Pakistan Jadi Juara, PMGO di Jakarta Pecahkan Rekor Dunia
-
PMGO 2026 di Jakarta Jadi Sorotan Dunia, Indonesia Dibidik sebagai Hub Esports Global
-
Nintendo Segera Rilis Pictonico, Game Mobile 'Absurd' yang Butuh Foto Selfie
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Massa Mahasiswa Bubarkan Diri dari Gedung UOB Jakpus, Lalu Lintas Kembali Normal
-
Bukan Cuma Gaji! Mensos Ungkap Alasan Warga Bisa Masuk Kelompok Desil 10
-
Prabowo Diminta Perpanjang Dana Otsus Aceh di Tengah Keresahan Bulan Bintang
-
Tiga Dara | Duh! Ternyata Kita Paling Rendah Minum Susu se-ASEAN
-
Karhutla 1.120 Hektare Padam, Bromo Tengger Semeru Kembali Dibuka 20 Agustus
-
Bentakan Fathimah Azzahra ke Polisi: Bagi Anda Nyawa Teman Saya Tak Ada Artinya!
-
Operasi Karhutla Gunung Bromo TNBTS Selesai, Posko Resmi Ditutup
-
Review Coin Locker Babies: Dari Pengabaian Masa Kecil hingga Teror Kehancuran
-
Diiming-imingi Gaji Rp9 Juta di Singapura, Tiga Calon PMI Diduga Ditampung Dua Bulan di Bondowoso
-
Jateng Masuki Usia ke-81, Wakil Ketua DPRD Sarif Abdillah Tekankan Kunci Utama Kemajuan Daerah