Suara.com - Pemerintah China telah menetapkan aturan jam malam untuk mencegah anak-anak bermain game secara berlebihan, demikian diwartakan BBC, Rabu (6/11/2019).
Dalam aturan itu, anak-anak berusia di bawah 18 tahun dilarang bermain game online dari jam 10 malam sampai 8 pagi. Mereka juga hanya diperbolehkan bermain game selama 90 menit di hari kerja dan selama tiga jam selama akhir pekan serta hari libur.
Aturan yang diterbitkan oleh Badan Kehumasan Umum China pada Selasa (5/11/2019) itu juga membatasi uang yang dihabiskan untuk bermain game.
Pemain game berusia delapan sampai 16 tahun hanya boleh menghabiskan 200 yuan untuk dibelanjakan dalam aplikasi game selama satu bulan. Sementara pemain game berusia 16 sampai 18 tahun hanya boleh membelanjakan 400 yuan per bulan dalam aplikasi game.
Aturan ini wajib ditaati oleh semua platform game online di China, termasuk Tencent - perusahaan game terbesar di dunia.
Pemerintah China akan bekerja sama dengan penegak hukum untuk membuat sebuah sistem identifikasi usia yang akan ditanam pada semua platform game online.
China sendiri adalah pasar game terbesar di dunia. Pada 2018 lalu, demikian menurut perusahaan analisis pasar Newzoo, total pendapatan dari game di China pada 2018 mencapai 38 miliar dolar AS atau sekitar Rp 533 triliun.
Berita Terkait
-
Stella Christie Dorong Mahasiswa dan Dosen RI Manfaatkan Beasiswa ke China
-
Industri China Lebih Pilih Kasih Beasiswa ke Mahasiswa Vokasi RI daripada Datangkan TKA
-
Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!
-
Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China
-
Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI
-
AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation