Suara.com - Permainan yang mengasyikan kerap hadir menghibur. Kali ini sebagaimana diilansir laman Android Authority, berikut lima game Android terbaik 2019 versi November yang dapat dimainkan secara gratis dari hasil himpunan tim tekno Suara.com:
1. Another Eden
Game bergenre RPG ini dikembangkan oleh Wright Flyer Studios dan diterbitkan oleh GREE. Mengusung mode single player, Another Eden memiliki ukuran sebesar 78 MB.
Another Eden menampilkan kolaborasi antara penulis Masato Kato dan komposer musik Yasunori Mitsuda. Pemain akan dilibatkan dalam elemen perjalanan waktu dengan menjelajahi berbagai titik waktu.
2. Alto’s Odyssey
Game yang dikembangkan oleh Noodlecake Studios ini memiliki ukuran sebesar 75 MB. Alto’s Odyssey hadir dengan fitur mekanik sederhana, grafis cantik, dan gaya permainan yang santai.
Pemain akan memerankan seorang pemain ski yang menuruni bukit sambil menghindari rintangan dan melakukan berbagai jenis lompatan. Alto’s Odyssey juga didukung dengan musik yang menenangkan dan tanpa iklan.
3. Asphalt 9: Legends
Game balap ini dikembangkan oleh Gameloft dan memiliki ukuran sebesar 1,8 GB. Asphalt 9: Legends menawarkan lebih dari 50 mobil balap dengan banyak tantangan.
Baca Juga: Mahasiswa Buat Aplikasi Pantau Tabrakan Lubang Hitam
Diusung dengan multiplayer mode, Asphalt 9: Legends memiliki grafik yang bagus dan ada elemen sosialnya.
4. Brawl Stars
Game sebesar 111 MB ini dikembangkan oleh Supercell. Brawl Stars hadir dengan elemen multiplayer serta beberapa elemen MOBA.
Para pemain akan bertarung dengan rekan satu tim. Terdapat beberapa mode permainan seperti mode perkelahian lurus, mode di mana pengguna harus mengumpulkan kristal.
Ada juga mode pencurian di mana pengguna harus mencuri harta lawan, dan mode karunia di mana pengguna mengalahkan lawan tertentu dalam sebuah tim.
5. Call of Duty: Mobile
Game berukuran 1 GB ini dikembangkan oleh Garena. Mengusung genre FPS, game ini memiliki mode permainan yang sebelumnya tersedia di serial Call of Duty. Meski tersedia mode battle royale, namun yang membedakan game ini dengan PUBG dan Fortnite adalah adanya sistem kelas karakter.
Pemain bisa memilih satu katakter dari enam kelas yang disediakan, yaitu Defender, Mechanic, Scout, Clown, Medic, dan Ninja. Setiap karakter yang dimainkan memiliki keunikan skill tersendiri berdasarkan kelas yang dipilih.
Beberapa mode yang akan tersedia mencakup Bomb Mission, Team Death Match, Free For All, Domination, dan mode lainnya. Seluruh peta yang ditampilkan pun berasal dari peta mode multiplayer dari seri Call of Duty sebelumnya, seperti Nuketown, Crash, Crossfire, dan Hijacked.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan