Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Kamis, 14 November 2019 | 11:02 WIB
Ilustrasi YouTube. [Shutterstock]

Suara.com - YouTube merilis kebijakan baru yang menyebutkan bahwa perusahaan akan menutup akun atau saluran dinilai tidak layak secara komersial.

Kebijakan baru ini menimbulkan tanda tanya besar bagi para pengguna karena terlalu implisit. Hal ini memunculkan penjelasan bahwa YouTube akan menghapus saluran yang tidak menghasilkan uang atau tidak cukup menarik untuk pendapatan iklan.

Menurut kebijakan baru di bawah bagian Account Suspension & Termination, YouTube menulis, "YouTube dapat menghentikan akses Anda, atau akses akun Google Anda ke semua atau sebagian layanan jika YouTube percaya, atas kebijakannya sendiri, bahwa ketentuan Layanan untuk Anda tidak lagi layak secara komersial."

Dilansir laman Mashable, perubahan kebijakan tersebut menimbulkan kekhawatiran di antara pengguna YouTube. Pasalnya, hal itu dapat membuat perusahaan menutup saluran dengan lebih mudah.

Beberapa pengguna berpendapat bahwa perubahan itu akan meningkatkan dihapusnya jumlah video ekstremis atau berbahaya.

Namun, juru bicara YouTube mengatakan bahwa perusahaan tidak bermaksud menghapus saluran dengan cara seperti itu.

"Kami membuat beberapa perubahan pada Ketentuan Layanan kami untuk membuatnya lebih mudah dibaca. Kami tidak mengubah cara produk kami bekerja, bagaimana kami mengumpulkan atau memproses data, atau pengaturan pengguna," ucap juru bicara YouTube.

Postingan YouTube. [Twitter]

Dalam cuitan yang diunggah @TeamYouTube pada 12 November menjelaskan bahwa pada kebijakan baru tersebut, YouTube tidak memiliki hak menghapus saluran pengguna karena tidak memiliki uang.

Tapi perusahaan dapat menghentikan fitur YouTube tertentu atau bagian dari layanan, jika saluran tersebut sudah usang atau penggunaannya rendah.

Pembaruan kebijakan ini diumumkan YouTube melalui email yang dikirimnya ke seluruh pengguna pekan ini dan mengatakan bahwa perubahan itu akan diterapkan pada 10 Desember 2019.

Read more...