Suara.com - Para ilmuwan dari Universitas Helsinki di Finlandia mengubah aktivitas elektromagnetik menjadi suara saat Bumi terkena badai Matahari, demikian diwartakan oleh Science Alert pekan ini.
Suara tersebut dihasilkan oleh magnetosfer yang melindungi manusia dari radiasi angin Matahari. Jika semakin kuat angin Matahari berhembus, maka semakin nyaring suara magnetosfer terdengar.
Saat partikel bermuatan listrik dari angin Matahari menghantam magnetosfer, sebagian partikel tersebut dipantulkan kembali oleh medan magnet kembali ke Matahari.
Pantulan ini kemudian bertabrakan kembali dengan angin Matahari yang masih berhembus dan menghasilkan ketidakstabilan dalam plasma hingga menghasilkan gelombang magnetoacoustic.
Para ilmuwan lalu menerjemahkan gelombang magnetoacoustic menjadi suara untuk memahami dinamika interaksi antara angin Matahari dengan magnetosfer.
Rekaman suara tersebut diunggah pada ilmuwan ke YouTube pada 18 November kemarin.
Saat cuaca normal, magnetosfer menghasilkan gelombang frekuensi rendah. Tetapi saat badai Matahari terjadi, tekanan angin Matahari yang mendorong frekuensi gelombang menjadi jauh lebih tinggi.
Saat ini, tim peneliti sedang melakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami bagaimana gelombang kompleks ini dihasilkan. Penelitian ini telah dipublikasi dalam jurnal Geophysical Research Letters.
Baca Juga: Berkat Badai Matahari, Penampakan Aurora Borealis Terlihat Lebih Jelas
Tag
Berita Terkait
-
Ilmuwan Temukan Asal Badai Matahari dari Lapisan Tersembunyi, Bisa Jadi Prediksi Cuaca Antariksa
-
Badai Matahari Mengancam Satelit? Ini Dampak yang Ditimbulkannya
-
Badai Matahari Tahun 2023, Begini Dampaknya ke Wilayah Indonesia
-
Serba-Serbi Kiamat Internet 2025: Ketahui Pengertian, Penyebab dan Waktunya
-
Baba Vanga Bikin Ramalan Mengerikan 2023, Ada Uji Senjata Biologis Tewaskan Jutaan Orang
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung