Suara.com - Buat Anda yang kehabisan baterai ponsel, kini tidak usah khawatir. Pasalnya, telah tersedia fasilitas pengisian baterai di tempat umum. Namun, Anda harus berhati-hati karena ternyata pengisian daya gratis berpotensi pencurian data pribadi.
Pengisian daya di tempat umum, memungkinkan pembajakan malware akan menginfeksi smartphone Anda.
Sebagaimana lansiran laman CNN Tech, mengisi daya smartphone di tempat pengisian yang ada di fasilitas umum, berisiko ponsel menjadi rentan serangan peretas.
Hal ini karena kawat yang digunakan sebagai penghantar daya ke smartphone bisa juga digunakan untuk mengirim data.
Proses seperti ini, sama dengan saat seseorang melakukan transfer data menggunakan kabel data dari smartphone ke komputer atau sebaliknya.
Para hacker biasanya menggunakan hal ini untuk mengakses data pribadi pemilik smartphone. Seperti foto, email, pesan, atau bahkan seluruh isi galeri.
Pencurian data menggunakan kabel charger di fasilitas umum ini sering disebut sebagai "Juice Jacking".
Untuk menghindari pencurian data, sebaiknya jangan gunakan tempat pengisian daya yang berada di fasilitas umum.
Belajar dari kasus ini, banyak yang menyarankan untuk memakai "kondom USB" yang terletak antara kabel pengisi daya dan port pengisi daya itu sendiri.
Baca Juga: Tanjungpinang Jadi Tempat Terbaik Tonton Gerhana Matahari Cincin
"Kondom USB" tersebut dapat memblokir port data pada stasiun pengisian umum dan hanya menyisakan arus yang lewat.
Dengan begitu, Anda tak perlu khawatir lagi mengisi daya perangkat Anda di tempat umum. Lebih amannya lagi jika Anda membawa power bank sendiri.
Berita Terkait
-
Adu Pengisian Baterai, Xiaomi atau Oppo yang Lebih Baik?
-
Samsung Siapkan Kepala Charger Baru Lebih Ngebut dari Milik Galaxy S10
-
Bocah 7 Tahun Tewas Tersengat Listrik saat Main Ponsel Sambil Isi Daya
-
Smartphone Meledak, Tewaskan Remaja 18 Tahun di India
-
Tiga Mitos Seputar Baterai Smartphone yang Paling Sering Ditemui
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik