Suara.com - Google sebenarnya telah "membunuh" aplikasi perpesanan Allo pada 2018 silam, hampir dua tahun setelah aplikasi tersebut melakukan debutnya. Meski begitu, beberapa pengguna masih menginstalnya di smartphone.
Tapi smartphone Huawei telah memunculkan peringatan yang menyebutkan Google Allo sebagai ancaman keamanan. Peringatan muncul sebagai "Security threat" dalam layar ponsel Huawei dan di bagian bawahnya tertulis "Allo tampaknya terinfeksi.
Pencopotan pemasangan disarankan". Pengguna juga melihat dua opsi Abaikan dan Uninstal aplikasi.
Dilansir dari Android Authority, peringatan keamanan ini pertama kali terlihat pada Huawei P20 Pro. Peringatan tersebut juga akan kembali muncul ketika pengguna mengakses Google Allo.
Saat aplikasi meminta verifikasi nomor pengguna lewat kode yang dikirim melalui SMS, Allo akan meminta izin untuk mengakses kontak pengguna.
Di saat itulah muncul pemberitahuan peringatan bahwa Allo terinfeksi dan ponsel menyarankan pengguna untuk menghapus aplikasi.
Saat ini, masih tidak jelas apakah merupakan kesalahan dari pihak Huawei atau keamanan OEM secara eksplisit mengeluarkan peringatan karena Allo telah "dibunuh".
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan