Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan wilayah pegunungan tengah Jawa Tengah dalam beberapa hari ke depan bakal terancam cuaca ekstrem.
Prakirakan cuaca itu, Senin (13/1/2020), disampaikan analis cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan di Cilacap, Jateng.
"Hanya saja, potensi cuaca ekstrem yang terjadi di pegunungan tengah tidak seperti beberapa waktu sebelumnya. Jadi, enggak kontinu setiap hari, kadang sehari panas, besoknya hujan," katanya sebagaimana dilansir laman Solo Pos.
Menurut dia, hal itu disebabkan fenomena MJO atau Madden Julian Oscillation yang masih memberikan dampak cuaca di wilayah Jateng meskipun pengaruhnya dalam penguatan Monsun Asia akan semakin menurun seiring pergeserannya menuju Samudera Pasifik. Selain itu, kata dia, potensi pertumbuhan awan hujan jika dibandingkan dengan daerah pesisir atau dataran rendah, lebih sering terjadi di wilayah pegunungan.
Dengan demikian, lanjut dia, cuaca ekstrem diprakirakan masih berpotensi terjadi di wilayah pegunungan tengah Jateng yang meliputi Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, dan Temanggung.
"Sementara intensitas hujan untuk wilayah pesisir selatan Jateng seperti Cilacap, Kebumen, dan Purworejo dalam beberapa hari ke depan diprakirakan berkurang," katanya.
Kendati demikian, dia mengimbau masyarakat yang bermukim di pegunungan tengah Jateng maupun pesisir selatan Jateng untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang karena puncak musim hujan diprakirakan akan berlangsung sekitar bulan Februari-Maret.
"Jadi, potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah pesisir sudah mulai melemah, sedangkan di wilayah pegunungan tengah Jateng masih ada terutama pada siang hari menjelang sore atau malam hari," tegasnya.
Disinggung mengenai prakiraan tinggi gelombang laut, Rendi mengatakan tinggi gelombang di wilayah perairan selatan Sukabumi, Cianjur, Garut, Pangandaran, Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Yogyakarta maupun Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga Daerah Istimewa Yogyakarta dalam beberapa hari ke depan diprakirakan berkisar 2,5 m-4 m sehingga masuk kategori tinggi.
Baca Juga: Buntut Jennie BLACKPINK Dicuekin, Warganet Teriak #BOYCOTTSamsungIndonesia
Menurut dia, tinggi gelombang tersebut dipengaruhi oleh musim angin baratan yang sedang berlangsung di wilayah perairan dan Samudra Hindia selatan Jawa.
"Saat musim angin baratan, angin di permukaan laut bertiup sangat kencang sehingga memicu terjadinya gelombang tinggi. Oleh karena itu, bagi yang sedang berlayar terutama nelayan tradisional yang menggunakan kapal berukuran kecil diimbau untuk berhati-hati dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya gelombang tinggi," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Portal Regol Ayom dan Wajah Kota yang Lupa pada Penggunanya
-
Donald Trump Pertimbangkan Serangan Militer Terbatas untuk Lumpuhkan Radar Iran
-
Pajak Kendaraan Bekas Dihapus? Simak Fakta Aturan Balik Nama 2026
-
Petani Makin Sejahtera! NTP Agustus 2026 Capai 129,19 Ditopang Sawit hingga Ayam Ras
-
6 Film Terbaru Netflix September 2026, Smile 2 hingga Top Gun: Maverick
-
Penyaluran B50 Baru 80 Persen
-
Cara Jaga Kondisi Mobil Agar Tetap Prima di Tengah Cuaca Panas Ekstrem dan Berdebu
-
Ulasan Reflection of You: Dendam yang Tumbuh dari Perbedaan Nasib
-
Mengukur Kebijakan dari Siapa yang Kehilangan Manfaatnya
-
Perbedaan Two Way Cake vs Compact Powder vs Loose Powder, Mana yang Sesuai Jenis Kulitmu?