Suara.com - Penjual barang di e-commerce umumnya akan mengirimkan paket pesanan dan menuliskan nama penerima sesuai yang tertera di aplikasi pemesanan. Belakangan, beredar kisah lucu yang dialami salah satu penjual karena mendapat pesan permintaan khusus untuk mengganti nama penerima paket.
Kisah ini dibagikan kembali oleh akun Twitter @tergengster pada 16 Januari, pemilik akun mengunggah gambar tangkapan layar berisi isi pesan dalam aplikasi Shopee.
Dalam gambar tersebut diketahui pembeli membeli barang seharga Rp 125 ribu. Kemudian di bagian bawahnya, ia mengirim pesan kepada penjual yang berbunyi, "Bang punten, penerimanya jadi 'Dzaky A' aja jangan 'temensetan' pliss aku dimarahin ibu kos [berterima kasih]."
Pemilik toko tampaknya membalas pesan tersebut dengan auto-reply. Pembeli pun akhirnya mengiriminya pesan kembali dengan bahasa yang lebih sopan.
"Bahasa bener: Bang tolong penerima paketnya namanya jadiin 'Dzaky A' aja, jangan 'temensetan' seperti username Shopee saya. Kemaren-kemaren dapet paket dimarahin mulu sama ibu kos. Terima kasih [tersipu malu]," tulis pembeli tersebut.
Pada bagian atas gambar pun terlihat username pembeli tertulis @temensetan. Entah apa sebabnya ia memasukkan username tersebut dalam akun belanja miliknya. Meski begitu, seharusnya pengirim dapat mengatur nama penerima paket dengan nama yang berbeda dari username yang digunakannya.
Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 1.400 kali ke sesama pengguna Twitter itu pun menuai beragam komentar dari warganet.
"Gue ngakak gara-gara doi dimarahin ibu kos wkwk," tulis @incepti00n.
"Pakeeeet untuk temensetan," komentar @babyliorn.
Baca Juga: Hadapi Polemik Netflix, Jokowi Diminta Bikin Perpres
"Ada ada aja Dzaki," tambah @a_citraaa.
"Lagian ngapain pake nama temensetan," ungkap @NetijenYgJulid.
"Apa susahnya sih ganti username wkwk," cuit @dinimey22.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Makin Canggih tapi Jangan Terlalu Percaya, 92 Ribu Serangan Menyamar sebagai Layanan AI
-
Sidang Febrie Adriansyah: Ahli UGM Sebut Trading in Influence Belum Bisa Jadi Pasal Dakwaan
-
Saksi Lihat Kepulan Asap Saat Pesawat Sukhoi Keluar Jalur, Nyaris ke Jalan Raya
-
4 Mesin Cuci Hemat Listrik Terbaik: Watt Kecil, Fitur Canggih
-
Ulasan Novel False Beat, Kisah Manajer Amatir dan Vokalis Band Berwajah Dua
-
Bukan Adegan Film! Aksi Spiderman Lompat dan Hantam Jake Lang Pelaku Pembakar Al Quran
-
Gaji PPPK Guru Bakal Dibayar Pusat, Bagaimana Nasib Nakes?
-
Bongkar Aktor Intelektual Karhutla, DPR Desak Audit Korporasi Pelaku Pembakaran Hutan
-
RAPBN 2027: Defisit Anggaran Turun, Tapi Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 876 Triliun
-
Asap di Udara Kita, Uangnya di Bank Mereka: Hipokrasi Kebakaran Kalimantan