Suara.com - Pin astronot diberikan kepada para perempuan atau lelaki yang telah menyelesaikan pelatihan dan sukses melakukan penerbangan luar angkasa. Variasi dari pin astronot juga dikeluarkan untuk warga sipil yang dipekerjakan dengan NASA sebagai spesialis dalam misi luar angkasa.
NASA telah meluluskan 11 astronot baru pada Jumat (10/1/2020). Seluruhnya menerima pin astronot yang menandakan kelayakan mereka untuk melakukan penerbangan di masa depan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) ataupun misi Artemis dan Mars.
Pin berharga yang juga terlihat sebagai "ijazah" ini memiliki bentuk bintang di bagian ujungnya dan berwarna perak. Pin ini sendiri telah menjadi bagian dari tradisi yang berlangsung selama hampir 60 tahun.
Kelompok astronot pertama NASA, Mercury Seven, adalah para astronot pertama yang menerima dan menjadikan pin sebagai simbol status mereka.
Sebagai pilot uji coba, para astronot yang tergabung dalam Mercury Seven mendapatkan lencana berbentuk sayap dari cabang masing-masing di militer Amerika Serikat.
Lencana itu memiliki dua sayap di masing-masing sisinya tetapi dimodifikasi dengan bagian tengahnya yang menampilkan bintang dengan tiga sinar melewati lingkaran cahaya.
Namun, ketika program luar angkasa NASA diperluas, badan antariksa membuat pin baru yang secara tidak resmi menandakan kesatuan dari tiga tim misi, yaitu Mercury, Gemini, dan Apollo.
"Desainnya menunjukkan trio lintasan yang menyatu dalam ruang tanpa batas, dibatasi oleh bintang yang bersinar terang dan dikelilingi oleh karangan bunga elips yang menjunjukjan penerbangan orbital," kutip Space.com dalam berita yang pernah diterbitkan dalam Space News Roundup edisi 13 Mei 1964.
Pin astronot baru yang terinspirasi dari desain lencana militer dipilih oleh para astronot sendiri pada pertemuan bersama yang diselenggarakan oleh salah satu astronot Mercury Seven, Wally Schirra.
Baca Juga: 5 Aplikasi dan Game Paling Banyak Diunduh 2019
Pin tersebut terdiri dari dua warna. Perak diperuntukkan bagi para astronot yang telah menyelesaikan pelatihan. Pin emas bagi para astronot yang telah terbang ke luar angkasa.
Desain pin tersebut kemudian ditambahkan ke dalam baju misi para astronot berupa patch. Awak Apollo 14 adalah yang pertama menambahkan simbol ke lencana misi pendaratan di Bulan pada 1971. Beberapa kru ISS juga menggunakan simbol tersebut pada lambang bordir mereka.
Tak hanya itu, sebanyak dua pin perak rupanya telah ditinggalkan oleh astronot Alan Bean di Bulan. Ia merupakan orang keempat yang berjalan di Bulan dan meninggalkan pin miliknya dan milik mendiang astronot Clifton Williams pada 1969 saat misi Apollo 12.
"Itu akan ada di sana selama jutaan tahun atau sampai beberapa turis menemukannya dan membawanya kembali ke Bumi," ucap Bean, seperti dikutip dari Space.com.
Desain pin sebagian besar tidak berubah sejak 1963, tetapi pengecualian untuk pin milik salah satu astronot Mercury Seven bernama Deke Slayton. Ia tergabung dalam Mercury Seven tetapi sayangnya tidak bisa mengangkasa karena alasan medis. Slayton terus bekerja di NASA hingga 1982 dan meninggal pada 13 Juni 1993 karena tumor otak.
Slayton dihadiahkan pin khusus bertatahkan berlian. Pin berlian itu saat ini dipajang di The Museum of Flight, Seattle, sebagai hadiah dari kru Apollo pertama sekaligus sesama astronot Mercury Seven, Gus Grissom, yang meninggal secara tragis dalam kebakaran 1967 di atas landasan peluncuran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
56 Kode Redeem FF Max Terbaru 1 Juni 2026: Raih Skin MAG-7, SG2, dan Bundel Eclipse
-
5 Pilihan Smart TV 32 Inch Terbaik Harga Rp2 Jutaan, Canggih dengan Fitur Modern
-
Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Menurut Review Pengguna
-
5 HP Midrange Paling Dicari Juni 2026: Chip Kencang, Skor AnTuTu 2,1 Juta Poin
-
Budget Rp3 Juta Dapat iPhone Apa? Ini 4 Pilihan HP yang Masih Sangat Layak Pakai di 2026
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Panasonic LUMIX L10, Tawarkan Fitur Zoom Ciamik
-
Spesifikasi Redmi Headphone Neo di Indonesia: Harga Rp1 Jutaan, Baterai Tahan 72 Jam
-
AS Perketat Larangan Chip AI China, Huawei hingga Alibaba Makin Gencar Kembangkan Alternatif Nvidia
-
Lintasarta Percepat Investasi Infrastruktur AI di Indonesia, Siap Dorong Transformasi Digital
-
vivo X Fold6 Rilis Akhir Juni 2026, Ini Spesifikasi dan Fitur Unggulannya