Suara.com - Pada November 2004 silam, beberapa pilot Angkatan Laut Amerika Serikat yang menggunakan kapal USS Nimitz dilaporkan menghadapi UFO berbentuk Tic-Tac yang melesat di Samudera Pasifik.
Petinggi Angkatan Laut AS menyebut pesawat aneh itu sebagai "fenomena udara tak dikenal" dan masih bungkam tentang apa yang terjadi sebenarnya.
Mengutip laman Space.com, seorang juru bicara dari Office of Naval Intelligence (ONI) mengonfirmasi bahwa badan tersebut memiliki beberapa dokumen rahasia dan setidaknya satu video rahasia mengenai pertemuan UFO yang terjadi pada tahun 2004.
Menurut juru bicara ONI, dokumen-dokumen ini diberi label "SECRET" atau "TOP SECRET" dan jika tersebar luas akan menyebabkan kerugian yang luar biasa terhadap keamanan nasional Amerika Serikat.
Dokumen-dokumen rahasia ini mencakup beberapa "slide pengarahan" tentang insiden tersebut, yang diberikan ONI oleh agensi yang tidak disebutkan namanya.
ONI juga mengakui memiliki setidaknya satu video yang diklasifikasikan sebagai "rahasia" oleh Naval Air Systems Command (NAVAIR). ONI tidak menjelaskan apakah rekaman ini adalah video berdurasi satu menit yang sempat bocor secara online pada tahun 2007 dan dirilis secara luas oleh New York Times pada tahun 2017.
"Jangan terkejut karena masih ada video lain dengan durasi yang lebih panjang," ucap Luis Elizondo, mantan staf Pentagon yang membantu mempublikasikan video milik Angkatan Laut tersebut.
Menurut laporan Popular Mechanics pada November 2019, beberapa perwira angkatan laut yang menyaksikan insiden itu di atas kapal Nimitz mengatakan bahwa mereka telah melihat video tersebut dengan durasi 8 dan 10 menit.
Anehnya, Rekaman asli dikabarkan telah dihapus oleh "orang tak dikenal" yang tiba di atas kapal dengan menaiki helikopter tak lama setelah insiden itu terjadi. Hingga saat ini, insiden tersebut masih menjadi pertanyaan dan menimbulkan tanda tanya besar bagi dunia, khususnya orang-orang yang mempercayai keberadaan UFO.
Baca Juga: Angkatan Laut AS: Insiden UFO 2004 Nyata, Bahayakan Keamanan Nasional
Tag
Berita Terkait
-
Angkatan Laut AS: Insiden UFO 2004 Nyata, Bahayakan Keamanan Nasional
-
Pesawat Alien Hijau di Site 7: Rahasia CIA soal UFO di Uni Soviet Terungkap
-
Pertama Kalinya, Ribuan Data UFO Tersedia Secara Publik
-
Diklaim UFO Sungguhan, Foto Penampakan Ini Dilelang Rp 56 Juta
-
Cuma di Kota Ini, Semua Warganya Mengaku Bisa Lihat Alien
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut