Suara.com - Dunia, termasuk Indonesia sedang dirisaukan oleh merebaknya virus Corona yang diduga berasal dari Wuhan, China bagian tengah, tetapi sayang di tengah keprihatinan itu masih banyak pihak serta bahkan media yang menyebarkan hoaks terkait penyakit tersebut.
Sejauh ini sudah 80 orang tewas akibat virus Corona di seluruh dunia dan sebagian besar korban tercatat di China, tetapi beberapa informasi menyebutkan bahwa virus Corona sudah mencapai Indonesia - informasi yang oleh pemerintah dibantah sebagai hoaks.
Berikut adalah beberapa hoaks virus Corona yang sudah beredar di masyarakat, seperti yang dilansir PolitiFact:
1. Sudah Dipatenkan
Sejumlah media melaporkan bahwa hak paten virus Corona sudah didaftarkan di Amerika Serikat. Informasi ini sudah banyak disebar di Facebook, terutama di grup-grup kelompok antivaksin. Mereka menuding virus itu sengaja diciptakan untuk memaksakan program vaksin.
Informasi itu bahkan diunggah oleh politikus AS dari Partai Republik, Shiva Ayyadurai ke Facebook.
"Hak paten Coronavirus dikuasai oleh Pirbright Institute," tulis Ayyadurai, yang mencalonkan diri sebagai anggota senat dari negara bagian Massachusetts dan sering memicu kontroversi dengan teori-teori konspirasi serta provokasi khas kelompok konservatif.
Sebagai buktinya, ia menggungah tautan berisi dokumen hak paten. Tetapi ketika diperiksa, hak paten itu berkaitan dengan virus corona yang menyebabkan SARS dan berbeda dari virus corona asal Wuhan.
SARS, yang menyebabkan gangguan pernafasan parah, merebak pada periode 2001 - 2003 di Asia, khususnya China dan menewaskan lebih dari 700 orang.
Baca Juga: Beredar Teori Konspirasi Virus Corona adalah Senjata Biologis, Hoax?
Pirbright Institute sendiri adalah sebuah lembaga penelitia di Inggris yang fokus meneliti tentang penyakit pada binatang. Lembaga itu juga benar memegang hak paten atas virus Corona penyebab SARS.
2. Sudah Diramalkan oleh Bill Gates
Beberapa informasi yang juga disebar melalui media sosial dan situs-situs penyebar teori konspirasi menuding bahwa yayasan Bill and Melinda Gates Foundation meraup untung dari merebaknya virus Corona.
Informasi itu berdasar pada adanya hubungan keuangan antara yayasan pendiri Microsoft tersebut dengan Pirbright Institute dan terkait sebuah acara yang digelar yayasan tersebut pada Oktober 2019 lalu.
"Bill and Melinda Gates Foundation, John Hopkins Bloomberg School of Public Health, dan World Economic Forum menggelar sebuah acara di New York, di mana mereka membuat simulasi merebaknya wabaha virus Corona," ulas website Intellihub, yang terkenal sering menyebar hoaks.
Artikel itu sendiri aslinya berasal dari InfoWars, sebuah website yang dikelola oleh Alex Jones, salah satu penggila teori konspirasi,
biang hoaks di Amerika Serikat dan pendukung Presiden Donald Trump.
Berita Terkait
-
Viral Penipuan Berkedok 'Program Treasury BRI', Manajemen Minta Warga Waspada
-
'Itu Hoaks!' Pigai Tepis Isu Minta Warga Belanja Rp1 Juta di Koperasi Merah Putih
-
Kemenkeu Pastikan Klaim Program Baru Dana Hibah Menteri Keuangan Tidak Benar
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Adu Domba Digital Borneo: Sisi Lain Hoaks Hubungan RI-Malaysia
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Transformasi Industri Butuh SDM Siap Pakai, Sharp Perluas Program Sharp Class
-
Rupiah Semakin Terpuruk Hari Ini, Betah di Level Rp18.111
-
Jelang Hadapi Timnas Indonesia, Pelatih Vietnam Putar Otak Matikan Pergerakan Mitchell Baker
-
Jatim Media Summit 2026: Masa Depan Media Ada di Kolaborasi, Bukan Sekadar Pemberitaan
-
GIIAS 2026 Dinilai Jadi Gambaran Industri Otomotif Indonesia
-
Termasuk Kajari Kota Bekasi, Ini Daftar 90 Kajari Kena Mutasi Kejagung
-
APKASI Desak Pemerintah Hentikan Pemotongan Dana Daerah, Beban Kepala Daerah Makin Berat
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Spider-Man: Brand New Day, Pendewasaan Sang Pahlawan di Tengah Kesepian
-
Berapa Kilometer Jarak Tempuh Motor Listrik Murah? Cek Daftar Unit di Bawah Rp20 Juta Ini