Suara.com - Para arkeolog dari Institut Nasional Antropologi dan Sejarah Meksiko (INAH), baru-baru ini mengungkap kisah dari sebatang emas yang digali di sebuah taman di Kota Meksiko. Tanpa disangka, emas itu rupanya memiliki kisah menarik tentang penjajah dan konflik kolonial.
Batang emas yang ditemukan tersebut, merupakan salah satu dari sekian harta bangsa Aztec yang dijarah oleh Hernán Cortés dan penjajah Spanyol pada 500 tahun lalu.
Analisis menunjukan bahwa emas ini mungkin hilang selama La Noche Triste, peristiwa penting selama penaklukan Spanyol atas Meksiko di mana Hernán Cortés, pasukan penjajahnya dari penjajah Spanyol, dan sekutu asli diusir dari ibukota Aztec di Tenochtitlan pada 30 Juni 1520.
Emas sebesar 1,93 kilogram ini pertama kali digali pada 1981 selama pekerjaan konstruksi di sekitar Alameda Central, sebuah taman umum di pusat Kota Meksiko.
Sebuah analisis kimia fluoresensisinar-X terbaru mengungkapkan bahwa batangan itu memiliki komposisi 76,2 persen emas. Komposisi emas ini hampir sama dengan yang diperoleh dari proyek Templo Mayor Project di Tenochtitlan.
Dilansir dari laman IFL Science, tim INAH menyimpulkan bahwa bilah emas ini kemungkinan besar berasal dari Tenochtitlan. Kemungkinan besar, batangan emas ini telah hilang dari kota selama malam tragedi bersejarah tersebut.
Dr Leonardo López Luján, direktur Templo Mayor Project menjelaskan bahwa bukti baru ini berfungsi sebagai bagian penting dalam teka-teki dari persitiwa bersejarah.
Hernán Cortés diperkirakan tiba di Tenochtitlan pada November 1519. Pertempuran yang dipicu antara tentara Aztec dan Hernán Cortés memaksa para penjajah harus melarikan diri dari ibukota.
Para penjajah melarikan diri dengan harta Aztec yang dirampas. Namun, ditengah kepanikan tampaknya mereka menjatuhkan salah satu batangan emas berharga tersebut.
Baca Juga: Didesak Gunakan USB Type-C, Apple Tolak Tinggalkan Port Lightning
Meski begitu, perlawanan dari bangsa Aztec hanya berumur pendek. Dalam setahun, pasukan Hernán Cortés mampu mendorong mundur dan mengepung Tenochtitlan kembali.
Berita Terkait
-
Ilmuwan Rekonstruksi Wajah Perempuan Abad ke-16 Berkasta Tinggi
-
Seram.. Ditemukan Kerangka Manusia Bekas Ritual Mengerikan
-
Terowongan Jalur Penyimpanan Harta Karun Knights Ditemukan di Israel
-
Arkeolog Temukan Sendok dan Garpu Prasejarah di Gua Lowo
-
Arkeolog Temukan Puing New York Berusia 5.000 Tahun
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Diwarnai Aksi Boikot Jakmania, Persija Kenalkan 29 Pemain dan Jersey Baru Merah Menyala
-
Rilis Skuad dan Jersey Musim 2026/2027, Bhayangkara Presisi Lampung FC Bidik Tiga Besar Super League
-
Ini 5 HP Bekas Murah 2-4 Jutaan dengan Skor AnTuTu 11 Tembus Sejuta, Main Game Berat Lancar!
-
SE Menkomdigi soal Perlindungan Kuota Internet Sudah Tepat, Tak Perlu Tergesa Revisi Aturan
-
RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Akademisi: Kewenangan Besar Tanpa Pengawasan Bisa Jadi Bumerang
-
5 Rekomendasi Bedak Touch-Up Praktis dengan Kaca dan Spons untuk Aktivitas Seharian
-
Dari Sisa Operasional Kopi Menjadi Barang Gaya Hidup, Ketika Keberlanjutan Tak Berhenti di Secangkir
-
4 Shio Paling Beruntung 30 Agustus 2026: Siap-Siap Panen Rezeki di Akhir Bulan
-
Tragedi Drag Race Jadi Alarm, IMI Sebut Tak Semua Daerah Punya Venue Layak
-
Siswa di Kampar Diduga Dianiaya Senior, Sempat Dilarikan ke RS karena Hidung Patah