Suara.com - Google merilis daftar 10 iklan terfavorit di YouTube sepanjang periode Juli hingga Desember 2019.
Ishak Reza, Creative Lead Google Indonesia mengatakan, pihaknya membuat daftar ini sebagai bentuk apresiasi bagi tim kreatif yang telah membuat iklan yang menarik. Padahal, sangat sedikit penonton YouTube yang mau menonton iklan hingga selesai.
"Kenapa mengumumkan 10 iklan terfavorit per semester? Kita lihat, memang batas kreativitas ini tidak ada barometer resminya. Tapi, bisa dilihat dari behaviour YouTube, kreativitas di Indonesia semakin meningkat karena durasi iklan semakin panjang di YouTube," kata Ishak di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD Jakarta, Kamis (30/1/2020).
Selama semester II/2019, Google juga mencatat jumlah konten iklan yang berpromosi di YouTube cukup banyak. Untuk iklan dengan durasi lebih dari 1 menit ada 38 iklan, sedangkan yang kurang dari semenit berjumlah 12 iklan.
Ishak juga menyebut, YouTube sebagai media promosi tidak memberikan batasan durasi bagi tim kreatif yang ingin membuat iklan, beda dengan iklan di televisi yang dibatasi durasi, karena biayanya juga mahal.
Oleh karena itu, ia melihat bahwa kebebasan durasi inilah yang membuat para kreator konten iklan lebih leluasa menuangkan ide dan kreativitasnya.
"Dengan adanya YouTube yang memberikan waktu unlimited untuk iklan, tim kreatif bisa mengeksplorasi konsep, alur cerita iklan sebelum sampai pada jualan produk. Jadi, nggak hard selling banget seperti iklan di TV," imbuhnya.
Ishak juga menjabarkan jenis-jenis iklan yang diminati oleh masyarakat Indonesia.
"Iklan yang sering ditonton masyarakat Indonesia berbau humor, emosional, dan ada relevansi dengan kehidupan sehari-hari. Terus, ada sesuatu yang beda dan nyeleneh juga diminati," pungkasnya.
Baca Juga: Tak Sengaja, Gua Kuno dengan Lukisan Berusia 10 Ribu Tahun Ditemukan
Adapun 10 iklan terfavorit di YouTube dalam periode Juli - Desember 2019 adalah sebagai berikut:
Tiket.com
Gojek
Heinz ABC
Solusi BCA
Oppo A9 2020
Vivo V17 Pro
Bukalapak
Toyota Indonesia
Laurier
Blibli
Berita Terkait
-
Nadiem Makarim Terpopuler di Google 2019, Bukan Presiden Jokowi
-
Bucin, KKN Desa Penari, dan Nadiem Makarim Terpopuler di Google 2019
-
Bantu Lulusan Baru Cari Kerja, Google Hadirkan Aplikasi Kormo
-
Semua Video YouTube Berkaitan Momo Challenge Tidak Akan Menerima Iklan
-
Google Indonesia Ingin Pemilih Muda Lebih Kepo soal Pemilu
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan