Suara.com - Sekelompok ilmuwan dari Maryland-National Capital Park dan Planning Commission’s Dinosaur Park, baru-baru ini menemukan tengkorak fosil hiu besar di Mammoth Cave National Park, sistem gua tertua di dunia yang memanjang setidaknya 643 kilometer.
Tengkorak hiu besar itu ditemukan tertanam di dinding gua yang terletak di Kentucky, Amerika Serikat. Gua tersebut saat ini terletak sangat jauh dari samudera, tetapi penemuan ini menunjukkan bahwa gua kuno tersebut pernah dihuni oleh hiu.
Ini adalah bukti langka yang pernah ditemukan ilmuwan dan berbeda dari bukti-bukti lainnya, yang sebelumnya telah ditemukan. Proyek penelitian fosil hiu Mammoth Cave National Park telah menemukan lebih dari 100 spesimen hiu.
Sebagian besar bukti berupa gigi yang cenderung dapat bertahan dengan sangat baik selama ribuan tahun karena terbuat dari zat fosfat kalsium yang sangat tangguh.
Namun, tengkorak adalah penemuan yang jauh lebih langka karena kerangka hiu terbuat dari tulang rawan. Sisa-sisa fosil yang ditemukan mencakup rahang bawah, beberapa tulang rawan kranial, dan beberapa gigi hiu.
Hiu yang dikenal sebagai Saivodus striatus dan dianggap telah pulah ini berukuran sekitar antara 3,4 hingga 4 meter.
"Pelestarian fosil hiu ini luar biasa. Karena gua tidak terkena unsur-unsur eksternal seperti hujan, salju, dan angin, laju erosi batu kapur di gua lambat sehingga fosil cenderung sangat rinci dan sebagian besar masih utuh," tulis Mammoth Cave National Park Fossil dalam unggahan di akun Facebook resmi.
Dilansir dari IFL Science, hiu hidup di daerah ini sekitar 330 juta tahun yang lalu. Era yang dikenal sebagai periode Mississippian Akhir, masa ketika banyak lembah Sungai Mississippi tenggelam di bawah air, memanjang sekitar 358,9 hingga 323,2 juta tahun lalu.
Hiu telah ada di Bumi selama setidaknya 450 juta tahun, lebih tua dari pohon dan dinosaurus. Penemuan fosil tengkorak hiu dapat menambah wawasan tentang periode tersebut di Amerika Utara.
Baca Juga: Salut! Aksi Hero Ayah Selamatkan Anaknya dari Terjangan Kereta
Berita Terkait
-
Ilmuwan Ungkap Sejarah Awal Tindik Wajah
-
Fosil Nenek Moyang Buaya Berumur 230 Juta Tahun Ditemukan
-
Ilmuwan Temukan Spesies Dinosaurus Baru Seukuran Bus Sekolah
-
Warga Penemu Fosil Gajah di Sragen, Belum Menyerahkannya ke BPSMB Sangiran
-
Dikira Granat Kompeni, Anto Temukan Fosil Gading Gajah Purba Ukuran Raksasa
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
65 Kode Redeem FF Terbaru 12 Januari 2026: Raih Skin SG2, Scar Megalodon, dan Sports Car
-
Poster Vivo X200T Terungkap: Bawa Kamera Zeiss, Andalkan Chip Kencang MediaTek
-
7 HP Murah Chip Kencang dengan Memori 256 GB Januari 2026, Harga Mulai 1 Jutaan!
-
Update Bracket Swiss Stage M7: AE Butuh 1 Kemenangan, ONIC Masih Berjuang
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
CES 2026: LG Perkenalkan AI in Action, AI Nyata Untuk Rumah Sampai Kendaraan
-
Honor Siapkan HP Murah Baterai 10.000 mAh, Usung Layar 1.5K dan Chip Snapdragon
-
46 Kode Redeem FF Terbaru Aktif Januari 2026, Sambut Event Jujutsu Kaisen
-
Spesifikasi TheoTown: Game Viral Bangun Kota, Simulasi Jadi Pejabat Semena-mena
-
Baldur's Gate 3 Tak Tersedia di Nintendo Switch 2, Developer Ungkap Alasannya