Suara.com - Warganet China menyerukan pemboikotan drama seri percintaan yang tayang di televisi Thailand berjudul "2gether", setelah teman perempuan aktor utama Vachirawit Chivaaree, me-retweet sebuah unggahan tentang Wuhan dan COVID-19.
Memang warganet telah memaafkan namun sebelumnya Nnevvy, kekasih Vachirawit, me-retweet sebuah unggahan yang berisi komentar tak pantas tentang Wuhan dan Covid-19, dilansir Antara dari laman Global Times, Selasa (14/4/2020).
"Laboratorium virus di Wuhan memiliki persediaan 1.500 spesies, termasuk kelelawar yang digunakan oleh peneliti China untuk uji coba vaksin. Begitu epidemi terjadi, China mulai mengatakan bahwa AS telah mengirim virus ke Wuhan. Tetapi mereka tidak mengizinkan orang asing menyelidiki apakah lab itu sendiri telah membocorkan virus atau tidak," postingan yang diretweet perempuan itu.
Selain itu, warganet China juga menyoroti komentar Vachirawit yang berperan sebagai Bright, atas foto Nnevvy mengenakan pakaian China yang diunggah di Instagram pada 2017 dengan tulisan,"Cantik seperti gadis China."
Nnevvy membalas komentar tersebut dengan kata, "Apa?"
Saat ada yang bertanya kalau gitu modelnya seperti apa dong?, Nnevvy membalasnya, "gadis Taiwan."
Warganet di China geram karena pernyataan Nnevvy tersebut berimplikasi bahwa Taiwan bukan bagian dari wilayah China, tulis media yang dikelola oleh partai berkuasa di China itu.
Mengenai retweet tentang Covid-19 dan komentarnya di Instagram tentang pemisahan Taiwan dari China, tanda pagar boikot dilihat lebih dari 4,64 miliar kali dan diunggah lebih dari 1,44 juta kali di Sina Weibo yang formatnya mirip dengan Twitter.
"Tidak ada idola yang lebih penting dari negara kami," demikian unggahan di Sina Weibo.
Baca Juga: Ilmuwan UGM Peringatkan Potensi Letusan Gunung Slamet
Pada pekan lalu warganet China juga menyoroti Bright yang memberikan tanda jempol pada sebuah foto peta di Twitter yang menyebutkan Hong Kong sebagai negara.
"Terima kasih atas semua tanggapan! Saya minta maaf atas kurangnya kehati-hatian saya berbicara tentang Hong Kong. Sejujurnya, keterangan itu tidak dimaksudkan untuk mencerminkan sikap politik dalam konflik ini. Saya orang asing yang tidak memiliki pengetahuan cukup dalam hal ini karena yang saya tahu Hong Kong sebagai tempat yang indah," demikian pernyataan fotografer yang mengunggah permintaan maafnya pada Jumat (10/4).
Bright pun meminta maaf. "Saya sangat menyesal me-retweet kecerobohan ini. Saya hanya melihat foto dan tidak membaca tulisannya dengan jelas. Lain kali tidak akan ada kesalahan seperti ini lagi," ujarnya.
"2gether" yang dibintangi Bright dan Win Metawin Opasiamkajor sangat populer di medsos China sejak pertama tayang di Thailand pada 21 Februari karena ada sekelompok relawan China yang memberikan subtitle berbahasa Mandarin.
Menurut laman Douban, rating drama tersebut di China sempat mencapai 9,3/10, namun sekarang melorot menjadi 9,0/10.
Sekelompok relawan China pada Sabtu (11/4) malam mengumumkan di Sina Weibo bahwa mereka sudah berhenti membuat subtitle berbahasa Mandarin atas drama tersebut.
Berita Terkait
-
Demi Jaga Jarak, Antrean Belanja di Depok Mengular Sampai ke Parkiran
-
Modal Rp 70 Ribu, Warganet Ini Ingin Tipu PNS Usai Ngaku Jadi Polisi
-
Warganet Bagikan Penampakan Seram di Televisi Era 1990-an, Masih Ingat?
-
Kaitkan Covid-19 dengan China, Jurnal Sains Terkemuka, Nature Minta Maaf
-
Perempuan Ini Diguyur Keluarganya, Warganet: Kayak Car Wash Drive Thru
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
5 HP Kamera Bagus untuk Lebaran Mulai Rp3 Jutaan, Hasil Foto Jernih Tak Perlu Sewa iPhone
-
Indosat HiFi Air Resmi Hadir, Internet Rumah Tanpa Kabel Bisa Dibawa Mudik dan Langsung Aktif
-
27 Kode Redeem FF 27 Februari 2026: Ada Skin SG2, Angelic, Hingga Bundle Jujutsu Kaisen
-
25 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 27 Februari 2026: Klaim Pemain OVR 117 dan Ribuan Gems Gratis
-
realme 16 Series 5G Bawa 21 Classic Tone ala Kamera Profesional dan Fitur NEXT AI Photography
-
4 Smartwatch yang Ada Pengingat Salatnya, Harga Terjangkau Mulai Rp200 Ribuan
-
Harga Sewa iPhone Jelang Lebaran 2026, Modal Rp300 Ribu Bisa Bawa 15 Pro Max saat Mudik
-
HP Tahan Banting Merek Apa? Ini 6 HP dengan Material Solid untuk Jangka Panjang
-
Lonjakan Trafik Ramadan 2026, XLSMART Siapkan Jaringan dan Paket Data XL, AXIS, hingga XL SATU
-
Teknologi Grab Indonesia 2026: Algoritma, Big Data, dan 3,7 Juta Mitra Penggerak Ekonomi Digital