Suara.com - Jurnal sains terkemuka asal Inggris, Nature, mineta maaf karena telah mengaitkan wabah Covid-19 dengan China dan mengakui bahwa ulasannya serta sejumlah media lain telah memantik sikap rasialis terhadap orang-orang Asia dan keturunan Asia di seluruh dunia.
Dalam artikel yang terbit Selasa (7/4/2020), Nature menulis bahwa pengumuman organisasi kesehatan dunia WHO pada 11 Februari tentang penamaan Covid-19 seharusnya menjadi peringatan bagi "mereka yang telah keliru mengasosiasikan virus itu dengan Wuhan dan China dalam berita-berita, termasuk Nature."
"Kami juga bersalah dan karenanya kami bertanggung jawab serta mintamaaf," tulis Nature, "Jelas bahwa sejak virus ini merebak pertama kali, orang-orang keturunan Asia di seluruh dunia telah menjadi korban serangan rasialis."
Nature juga menjelaskan bahwa memberi nama virus sesuai dengan daerah pertama kali ia ditemukan memang sudah lazim - semisal MERS atau sindrom pernapasan Timur Tengah dan Virus Zika, yang sesuai nama hutan di Uganda - tetapi WHO sudah menetapkan panduan baru pada 2015 untuk mengurangi efek negatif terhadap orang-orang yang berasal dari area-area tersebut.
Dampak negatif berupa stigmatisasi memiliki implikasi serius terhadap pelajar dari China atau negara lain di Asia dan menuru Nature hal itu bisa membahayakan keberagaman di institusi pendidikan serta keberagaman sudut pandang dalam dunia ilmu pengetahuan.
"Stigma virus corona harus berhenti - sekarang," tegas Nature dalam artikelnya.
Beberapa pemimpin dan politikus di dunia berkali-kali menggunakan istilah virus China untuk menyebut Covid-19. Presiden Donald Trump dari Amerika Serikat mengunakan istilah ini untuk menyalahkan China atas wabah Covid-19.
Banyak analis menilai Trump sedang berusaha mencari kambing hitam untuk menutup ketidakbecusannya untuk mengatasi wabah Covid-19 di dalam negeri AS.
Sementara itu anggota DPR Brasil, Eduardo Bolsonaro putera Presiden Jair Bolsonaro, juga menyalahkan China atas wabah Covid-19. Di Indonesia ada politikus Gerindra, Fadli Zon, yang lewat Twitter mengatakan bahwa Covid-19 adalah virus China.
Baca Juga: Akhirnya Ditemukan, Alasan Perokok Lebih Mudah Terinfeksi Covid-19
Berita Terkait
-
Merasa Tervalidasi oleh Epstein Files, Jerinx SID: Kini Kebenaran Makin Menyala
-
Epstein Files Singgung Bill Gates dan 'Proyek Pandemi' Sebelum Wabah COVID-19
-
Waspada Gejala Superflu di Indonesia, Benarkah Lebih Berbahaya dari COVID-19?
-
Ariana Grande Idap Salah Satu Virus Mematikan, Mendadak Batal Hadiri Acara
-
Kasus TBC di Jakarta Capai 49 Ribu, Wamenkes: Kematian Akibat TBC Lebih Tinggi dari Covid-19
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
32 Kode Redeem FF 4 Februari 2026, Sikat Skin Senjata G18 dan G36
-
Poco F8 Series Resmi Hadir di Indonesia, Naik Kelas Jadi The True Flagship
-
24 Kode Redeem FC Mobile 4 Februari 2026: Cara Klaim Haaland dan Trik Farming 5.000 Permata
-
5 Rekomendasi CCTV Rp200 Ribuan, Praktis Bisa Pantau Lewat HP Kapanpun
-
5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah dengan RAM Besar Terbaik
-
5 Rekomendasi HP Compact Murah Terbaik Februari 2026, Mulai Rp1 Jutaan
-
5 Tablet Murah 1 Jutaan untuk Cucu Nonton YouTube, Tahan Banting dan Baterai Awet
-
7 Rekomendasi Tablet Gaming Murah Anti Nge-Lag, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Konglomerat Indonesia dan Sri Mulyani Disebut-sebut di Epstein Files? Begini Penjelasannya
-
Nasib Borderlands 4 di Nintendo Switch 2: Dibatalkan atau Hanya Jeda?