Suara.com - Huawei menyatakan tidak ada kenaikan harga untuk produk konsumen yang dijual di Indonesia karena nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat akibat pandemi virus corona baru (COVID-19).
"Tidak ada perubahan atau koreksi harga," kata Public Relation Manager Huawei Consumer Business Group, Mohamad Ilham Pratama, dalam jumpa pers secara virtual, Jumat (24/4/2020).
Kebijakan harga Huawei ini berbeda dari yang diambil pesaingnya Oppo. Pada awal pekan ini, Oppo Indonesia mengatakan telah menaikkan harga ponselnya di Indonesia.
PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, mengatakan kenaikan harga itu dipicu oleh mengikuti nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Sementara Huawei, yang mengakui bisnis mereka juga terdampak pandemi virus corona, belum bisa mengonfirmasi mengenai kenaikan atau penurunan penjualan di Indonesia saat ini.
Meski pun begitu, Huawei berkomitmen untuk tetap menghadirkan lini produk mereka di Indonesia, salah satunya yang baru diluncurkan hari ini Watch GT2e.
"Kami tetap optimistis, di kondisi seperti ini, produk masih akan diterima," kata Ilham.
Secara global, kinerja Huawei menunjukkan kondisi yang positif di tengah pandemi Covid-19, pendapatan mereka naik 1,4 persen secara year-on-year untuk kuartal I 2020. Huawei mencatatkan pendapatan sebesar 182,2 miliar yuan pada kuartal I 2020. [Antara]
Baca Juga: Huawei Watch GT2e Meluncur, Ini Harga dan Spesifikasinya
Berita Terkait
-
Huawei MatePad Pro Max Meluncur, Tantang Dominasi Laptop dengan AI PC-Level dan Desain Tertipis
-
Oppo Find X10 Series Dikabarkan Direvisi, Pro Max Berpotensi Gantikan Varian Ultra
-
Oppo Perbarui ColorOS 16, Hadirkan Live Score Sepak Bola, Dual TWS, dan Keamanan AI Lebih Cerdas
-
HUAWEI MatePad Pro Max Segera Meluncur di Indonesia, Tablet AI 13 Inci Tipis Siap Gantikan Laptop?
-
Indonesia Kejar Investasi AI China, Airlangga Ungkap Hasil Pertemuan dengan Huawei dan ByteDance
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian