Suara.com - Menjalin hubungan dengan kekasih memang tidak selalu berjalan mulus, terkadang ada beberapa masalah yang muncul. Salah satunya seperti saat pasangan meminta dibelikan sesuatu namun terkendala dengan biaya.
Hal itu juga dirasakan oleh seorang warganet yang tidak diketahui identitasnya. Ia sampai diputuskan oleh pacarnya karena tidak mampu membelikannya perawatan kulit atau skincare.
Kisahnya dibagikan melalui akun base Twitter @subtanyarl pada 26 April. Warganet tersebut mengunggah gambar berupa tangkapan layar berisi pesan WhatsApp antara dirinya dan pacarnya.
Dalam pesan tersebut diketahui kekasihnya bernama Ayu meminta untuk dibelikan skincare. Namun karena gajinya terpotong, ia tak mampu belikannya dan berjanji akan membelinya ketika kondisi keuangannya sudah kembali normal.
Meski begitu, kekasihnya tampak tidak peduli. Bahkan, kekasihnya menyebut dia miskin dan meminta putus.
"I hope she is happy," tulis pengunggah gambar tersebut dalam kolom keterangan.
Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 1.100 kali ke sesama pengguna Twitter itu pun menuai beragam komentar. Tak sedikit warganet yang dibuat kesal karena sikap kekasihnya itu dan memberikan saran untuk melepaskan pacarnya.
"Bro, lepasin aja. Cintai orang yang ketika liat lu susah, dia bersedia di samping lu. Dan buka mata lu, apakah ke depannya lu yakin bakal bahagia? Ada yang pantas buat dipertahankan, ada yang nggak, dan dia singgah buat ajarin lu arti hal tersebut. You deserve better," tulis akun @irlmlis.
"Kenapa sih orang-orang kayak gini yang punya pacar," komentar @chlorophyca.
Baca Juga: 5 Hewan Ini Sudah Ada Sebelum Dinosaurus
"Dia yang ngemis skincare ke cowoknya, gue sebagai perempuan yang malu. Emangnya jadi perempuan nggak bisa beli skincare sendiri? Musti banget ngemis sama pacar? Baru pacaran anj**, bisa-bisanya ngatain pacar miskin. Lah dia aja ngemis?" tambah @hehehihihh.
"Let her go. Semoga dapet pengganti yang lebih baik ya mas, yang bisa ngehargai bukan dari isi kantong tapi dari usaha buat ngebahagiain," ungkap @spoilagedcapo.
"Kok bisa ya dia minta seenak itu ke cowoknya. Lah gue dibayarin makan aja nggak enaknya sampe kepikiran mau tidur wkwk," cuit @dnaulll.
Berita Terkait
-
Kirim Chat Absurd ke Dosen, Alasan Mahasiswa Ini Bikin Ngakak
-
Anti Mainstream, Cara Warganet Akhiri Hubungan Ini Mirip Surat Resign
-
Anti Mainstream, Begini Cara Anak Sistem Komputer Nyatakan Cinta
-
Keterlaluan Banget! 3 Zodiak Ini Tega Bilang Putus via Zoom
-
Ajarkan Berbagi Lokasi di WhatsApp ke Ibunya Ini Malah Bikin Ngakak
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
Terkini
-
Game Lokal Maple Haven City Rush Buka Pre-Registrasi, Rilis 21 Juli 2026
-
Harga RAM Global Diperkirakan Terus Melonjak Sepanjang 2026, Tahun Depan Makin Parah?
-
4 HP dengan Baterai Badak 8000 mAh Lebih, Layar AMOLED 144 Hz Kuat 2 Hari Tanpa Cas
-
Harga HP Terus Naik, Ini 4 Pilihan Terbaru Rp1 Jutaan dengan Performa Mantap
-
4 Rekomendasi HP Murah dengan Fitur NFC, Mudahkan Top-Up E-Toll
-
WhatsApp Segera Luncurkan Username, Pengguna Tak Lagi Perlu Bagikan Nomor Telepon
-
Pemanfaatan Platform AI untuk Mitigasi Bencana di Asia Tenggara
-
5 Rekomendasi Wireless Charger untuk Semua HP, Awet dan Praktis Tanpa Kabel
-
5 Cara Menyambungkan HP ke TV Tanpa Kabel, Nonton Makin Seru
-
Krisis Biokultural Mengancam Indonesia: Saat Bahasa dan Ritual Penjaga Alam Mulai Punah