Suara.com - Perawatan ini dikembangkan oleh sebuah tim di Abu Dhabi Stem Cell Centre, dan melibatkan ekstraksi sel induk dari darah pasien sendiri, mengaktifkannya, dan memperkenalkannya kembali kepada pasien.
Hend Al-Otaiba, Direktur Komunikasi Strategis di Kementerian Luar Negeri UEA dan Kerjasama Internasional, mengatakan bahwa Lembaga penelitian UEA telah mengembangkan pengobatan terobosan untuk Covid-19 yang dapat menjadi game-changer dalam perang global melawan virus.
Sejauh ini, pengobatan telah diberikan kepada 73 pasien virus corona, yang menghirup sel induk yang diaktifkan ke dalam paru-paru mereka. Hebatnya, semua pasien berhasil diobati dan pulih secara penuh.
"Dihipotesiskan memiliki efek terapeutik dengan meregenerasi sel paru-paru dan memodulasi respon imun, agar tidak bereaksi berlebihan terhadap infeksi Covid-19 dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada sel-sel sehat," tulis penelitian tersebut dilansir laman Mirror, Selasa (5/5/2020).
Untungnya, tidak ada pasien yang menerima pengobatan melaporkan efek samping langsung.
Tim ini berencana melanjutkan uji coba untuk menunjukkan kemanjuran pengobatan, dan mengharapkan tes ini akan selesai dalam beberapa minggu.
"Perlu dicatat bahwa pengobatan telah diberikan kepada pasien bersama dengan intervensi medis konvensional dan akan terus diterapkan sebagai tambahan untuk protokol pengobatan yang ditetapkan daripada sebagai pengganti," tulis peneliti.
Pekan lalu, para ilmuwan dari Universitas Louisville mengungkapkan bahwa mereka telah mengembangkan teknologi yang mereka yakini dapat menghentikan virus dari menginfeksi sel manusia.
Teknologi ini didasarkan pada sepotong DNA sintetis yang disebut aptamer, yang menargetkan dan mengikat dengan protein manusia yang disebut nucleolin.
Baca Juga: Toko Apple Eropa Pertama Dibuka Kembali Hari Ini
Sementara penelitian masih dalam tahap awal, tes menunjukkan bahwa aptamer ini dapat menghentikan virus corona dari 'pembajakan' nukleolin untuk mereplikasi di dalam tubuh.
Berita Terkait
-
Duh! Orang Kekurangan Vitamin D Lebih Berisiko Meninggal Akibat Covid-19
-
Penelitian: Lelaki Lebih Berisiko Meninggal karena Virus Corona
-
Ilmuwan Sebut Asal Mula Bahasa Manusia Muncul 25 Juta Tahun Lalu
-
Waduh! Virus Corona Tetap Hidup di Ruangan Sesak dan Tanpa Ventilasi
-
Sinar Matahari, Suhu Panas, dan Kelembaban Perlambat Penyebaran Covid-19?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya
-
707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?
-
Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung
-
Perusahaan Bursa Berjangka Perkuat Harga Referensi Komoditas Domestik
-
7 Cara Menyiasati Posisi Meja Kerja yang Salah Menurut Feng Shui, Tidak Perlu Dipindah
-
Review Film M3GAN 2.0: Aksi Penuh Gaya dari Boneka Ikonik Generasi Baru!
-
Sinyal Positif: Realisasi Pajak Lampung Meroket 25 Persen di Semester I
-
Tak Hanya Soal Usia, Ini Perbedaan Pramuka Siaga, Penggalang, dan Penegak