Suara.com - Membangun rumah atau bangunan harus memiliki modal sangat besar untuk membeli bahan dan menyewa peralatan bangunan dalam mempermudah pekerjaan. Belakangan beredar video yang memperlihatkan cara cerdas para tukang bangunan mengubah peralatan sederhana menjadi mesin yang membuat pekerjaan lebih mudah.
Dibagikan kembali melalui akun Twitter @jayakabajay pada 3 Mei, pemilik akun mengunggah video berdurasi 57 detik. Dalam video tersebut terlihat beberapa lelaki pekerja bangunan. Mereka menggunakan tong kosong untuk mengaduk semen yang digerakkan oleh mesin.
Setelahnya, menuang semen tersebut ke dalam gerobak sorong yang diikat dengan tali. Tali tersebut terhubung dengan sepeda motor dan membuat sistem katrol. Sehingga ketika motor dihidupkan, maka tali tersebut akan tertarik dan mengangkat gerobak sorong yang telah berisi semen ke atas.
Hal itu mempermudah pekerjaan para tukang bangunan yang biasanya menggunakan sekop atau alat tradisional lainnya untuk mengaduk semen dan membawanya dengan ember berukuran sedang secara bolak-balik ke atas bangunan.
"Kolaborasi S3 Teknik Bangunan Harvard dan S3 Teknik Mesin Stanford," tulis pemilik akun @jayakabajay dalam kolom keterangan.
Video yang telah ditonton sebanyak lebih dari 747 ribu penayangan dan dibagikan sebanyak lebih dari 25 ribu kali itu pun menuai beragam komentar dari warganet.
"Bener orang-orang kreatif ternyata tidak dilihat dari seberapa pintar dia sekolah, di mana dan gelarnya apa," tulis akun @DittoRadhitya.
"Kereeen. Paling enak yang di motor, tinggal ngegas doang. Kayak anak Twitter," komentar @rmh_ari.
"Kreatif bener. Ngecor dak manual ngaduk dan naikkin beton pakai katrol perlu tenaga 7-8 orang. Bisa lebih. Ini cukup 5 orang. Sekarang ngecor rumah malah pada pakai concrete pump," ungkap @THaripriambodo.
Baca Juga: Anjing di Amerika Dilatih Mendeteksi Covid-19
"Ini definisi dari jangan kerja keras, tapi kerja cerdas," cuit @astychand.
"Asli sih, kerja di lapangan akan membuka pikiran lebih lebar. Sangat lebar wkwk" tambah @andhikachrist1.
Berita Terkait
-
Jadi Sorotan, Warganet Ini Temukan Biskuit Gosong Dijual di Minimarket
-
Penampakan Rumah Mewah Ini Disebut Anti Maling, Kenapa?
-
Kreatif! Tak Ada Kelulusan, Warganet Corat-coret Seragam Lewat WhatsApp
-
Bikin Gemas, Induk Kucing Ini Bawa Anaknya yang Sakit ke UGD
-
Kehabisan Gelas, Penampakan Tempat Minuman Ini Bikin Ngakak
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan