Suara.com - Gerhana Bulan total terjadi saat keseluruhan penampang Bulan tertutup oleh bayangan Bumi. Ketika tertutup bayangan Bumi, umumnya Bulan akan berwarna kemerah-merahan. Namun, para pengamat Eropa melaporkan bahwa lebih dari 1.000 tahun yang lalu, Gerhana Bulan yang terjadi benar-benar gelap.
Hal itu masih menjadi misteri hingga penelitian terbaru saat ini yang dilakukan oleh tim ilmuwan internasional, menyebut gelapnya Gerhana Bulan tersebut disebabkan oleh serangkaian letusan gunung berapi.
Letusan tersebut melepaskan senyawa sulfur yang cukup banyak ke stratosfer hingga mampu menggelapkan langit antara tahun 1108 dan 1110 Masehi.
Dalam penelitian yang diterbitkan dalam Scientific Reports, tim ahli menduga bahwa gunung berapi yang meletus berada di daerah tropis.
Para ilmuwan menggabungkan data dari inti es dengan catatan sejarah dari seluruh dunia. Antara 1109 dan 1111 Masehi, ada laporan terjadinya kelaparan di Eropa Barat karena perubahan cuaca yang dramatis. The Peterborough Chronicle melaporkan melaporkan Gerhana Bulan total yang sangat gelap terjadi pada Mei 1110.
Tidak hanya itu, tim juga menemukan laporan letusan dari Gunung Asama, gunung berapi paling aktif di Honshu, Jepang. Letusannya tahun 1108 adalah gunung berapi terbesar yang dikenal.
Para ilmuwan menemukan catatan saksi yang menggambarkan peristiwa 1108. Catatan tersebut berbunyi, "Ada api di puncak gunung berapi, lapisan abu tebal di kebun gubernur, di mana-mana ladang dan sawah dianggap tidak layak untuk ditanami. Itu adalah hal yang sangat aneh dan langka."
Dilansir laman IFL Science, Jumat (8/5/2020), selain catatan saksi, para ilmuwan juga menemukan bahwa tahun 1109 Masehi adalah tahun yang sangat dingin. Dokumentasi historis lainnya, khususnya catatan dampak iklim dan sosial pada 1109 hingga 1111 Masehi menguatkan hipotesis bahwa letusan 1108 menyebabkan dampak bencana pada masyarakat.
Walaupun begitu, para ilmuwan masih belum sepenuhnya yakin bahwa Gunung Asama bertanggung jawab atas gerhana Bulan yang sangat gelap. Tetapi para ilmuwan mengatakan semua bukti menunjukkan letusan gunung berapi yang "terlupakan" pada 1108 hingga 1110 memberikan dampak mengerikan pada kemanusiaan.
Baca Juga: Airy Rooms Tutup 'Dilahap' Covid-19
Berita Terkait
-
Tagar Supermoon Trending di Twitter, Warganet Ramai Abadikan Fenomena Itu
-
Ilmuwan: Mencegah Produksi Testosteron Bisa Mengurangi Kematian Covid-19
-
Siap-siap! Begini 3 Cara Melihat Supermoon Terakhir di Tahun 2020 Malam Ini
-
Supermoon Terakhir di 2020 Bisa Dinikmati Sepanjang Malam
-
Ilmuwan Ungkap Misteri Penyebab Ledakan Terbesar di Dunia
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Hari Pramuka 2026 Peringatan yang ke Berapa? Ini Tema dan Link Download Logo Resminya
-
Review Confidence Queen: Ketika Penipuan Menjadi Cara Menghukum Penjahat
-
Berapa Harga Gift Paus di TikTok? Ini Daftar Harga dari Termahal hingga Termurah
-
4 Zodiak yang Diprediksi Menarik Rezeki dan Keberuntungan Hari Ini 9 Agustus 2026
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA
-
Review Film Dear You: Sinema Sejarah Bertema Diaspora yang Luar Biasa Indah
-
Siapa Mathis Molinie yang Dirumorkan Dekat dengan Raisa? Ini Profil dan Pekerjaannya
-
Manggala Agni Masih Padamkan Karhutla di Riau Seluas 100 Hektare Lebih
-
Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
-
Mandipping hingga Musik Klasik 24 Jam: Menyusuri Jejak Ayam Krispy McD di Padahanten Farm