Suara.com - Kehilangan momen meski hanya hitungan milidetik saat bermain game multi-player menjadi hal yang tidak menyenangkan, apalagi jika hal itu berujung pada kekalahan.
Namun, ketidaknyamanan ini dapat dicegah pada sebagian besar kasus. Anda dapat memaksimalkan kinerja PC sembari mempertahankan tingkat perlindungan yang tinggi bagi PC.
Berikut enam tips dari Kaspersky yang dapat membantu meminimalkan kekalahan akibat kelambatan perangkat, dengan berfokus pada masalah dan solusi terkait perangkat lunak yang paling umum dihadapi gamer modern.
1. Singkirkan masalah internet
Pastikan Internet Anda memiliki kecepatan dan latensi (signal delay) yang stabil. Buka penjelajah web Anda dan navigasikan ke layanan pengujian kecepatan yang komprehensif seperti speedtest.net atau dslreports.com.
Pastikan kecepatan internet memadai (kebanyakan game cukup dengan 10 Mbit/s, tetapi untuk streaming video semuanya membutuhkan 50-100 Mbit/s) dan penundaan yang sangat kecil (alias ping).
Saluran serat optik modern biasanya memberi Anda ping 5-50 ms, yang bagus untuk sebagian besar game. Penundaan dalam ratusan milidetik mungkin menjadi hambatan nyata untuk memenangkan sebuah permainan.
Memperbaiki masalah ini mungkin termasuk bereksperimen dengan pengaturan Wi-Fi router, memindahkannya lebih dekat ke komputer gaming, beralih ke koneksi kabel antara komputer dan router (perlu diingat bahwa pemain pro hanya menggunakan koneksi kabel) atau bahkan mengubah penyedia layanan internet Anda.
2. Optimalkan pengaturan video game
Baca Juga: Google dan Facebook Berlakukan Work from Home Hingga 2021
Jika game Anda terlalu haus sumber daya dan kartu grafis tidak dapat memberikan daya pemrosesan yang cukup, pengalaman dalam bermain game bisa membuat frustasi. Mengatur level detail yang lebih rendah atau mengurangi resolusi dalam pengaturan game dapat menjadi solusi.
Fokus pada pengurangan eye candy sambil mempertahankan hal-hal seperti jarak pandang yang membantu Anda memenangkan permainan. Aktifkan indikator FPS jika didukung oleh pengaturan game.
Kemudian, sesuaikan pengaturan fine-tune hingga Anda dapat secara konsisten menekan 30–60 frame per detik dari sistem.
Lebih banyak lebih baik (dan memberi Anda ruang untuk peningkatan grafis). Jika kurang dari itu, biasanya dianggap tidak dapat digunakan untuk permainan dinamis seperti game penembak. Untuk permainan online, lebih dari 60 FPS sangat dianjurkan.
Berita Terkait
-
5 Tips Bikin Laptop Kentang Lancar Main Game PC, Meski Cuma Intel HD
-
Siapa Sangka Lisa BLACKPINK Gemar Main Animal Crossing New Horizons
-
Pandemi Corona, Jumlah Pengunduh Mobile Game Meroket 75 Persen
-
Catat! 15 Game Online Populer Ini Bisa Ubah Hobi Main Game jadi Uang
-
Dianggap Efektif Menangkal Penyebaran Corona, WHO Dukung Main Game
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan