Suara.com - SpaceX berhasil membawa 60 satelit Starlink sebagai bagian misi mengembangkan internet murah berkecepatan tinggi di dunia. Tak membawa astronot, kali ini SpaceX menambah 60 satelit (lagi) setelah mereka berhasil menempatkan ratusan satelit mereka di orbit rendah Bumi.
Perusahaan antariksa swasta milik Elon Musk ini meluncurkan roket Falcon 9 keduanya dalam rentang hanya empat hari pada hari Rabu (03/06/2020).
Karena berhasil mengantarkan 60 satelit baru mencapai orbit, kini total Starlink milik SpaceX yang berada di orbit telah mencapai 480 buah.
Peluncuran ini dilakukan di Florida, Amerika Serikat, sebuah tempat peluncuran yang sama ketika mereka mengirim astronot NASA ke ISS pada akhir Mei lalu.
Satelit Starlink merupakan proyek ambisius dari Elon Musk.
Jika berhasil, proyek ini diharapkan dapat menawarkan internet berkecepatan super tinggi hingga daerah terpencil di Bumi, termasuk Alaska.
Proyek Starlink menargetkan 12 ribu satelit yang dapat mengorbit Bumi dan menyediakan internet murah ke seluruh dunia.
Jika berjalan lancar, belasan ribu satelit itu harus sudah meluncur sebelum tenggat tahun 2027, batas waktu yang diizinkan oleh Federal Communications Commission.
Meski terdengar bagus, namun proyek masih diprotes oleh sebagian ilmuwan dan astronom amatir. Kilau cahaya dari ratusan bahkan hingga belasan ribu (nantinya) ditakutkan akan mencemari pemandangan atmosfer Bumi.
Baca Juga: Rusia Heran, Amerika Kok Girang SpaceX Sukses Bawa Astronot ke Antariksa
"Satelit Starlink baru saja lewat di atas kepala, mereka berkilauan, beberapa seterang Polaris. Cukup menakutkan. Dan ya, bintang-bintangnya padam," cuit seorang astronom bernama Alex Parker dikutip dari Live Science (03/06/2019).
Menanggapi hal tersebut, SpaceX membawa sistem penguji coba baru pada awal Juni 2020.
Peluncuran ini mencakup pengujian sistem baru yang dirancang SpaceX agar dapat memperbaiki masalah terkait visibilitas pada malam hari dari Bumi.
Dilansir dari Tech Crunch, salah satu satelit Starlink, memiliki sistem pelindung yang dapat digunakan pasca-peluncuran untuk menghalangi Matahari agar tidak memantul dari permukaan antena komunikasinya.
Jika rancangan berfungsi, maka itu akan sangat mengurangi sinar Matahari yang dipantulkan dari satelit menuju Bumi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
4 Tablet RAM 8GB Rp1 Jutaan Layar Tajam dan Baterai Jumbo, Cocok Buat Anak Sekolah
-
3 Rekomendasi HP di Bawah 5 Juta untuk Ngonten, Budget Terbatas Hasil Berkualitas
-
7 Tips Memilih HP di Bawah 5 Juta untuk Ngonten: Budget Terbatas, Hasil Pro!
-
3 Pilihan Tablet Samsung 5G Terbaik, Koneksi Kencang Tanpa Bergantung WiFi
-
realme P4 Series Meluncur 2 Juli, HP Gaming Baterai 8000mAh Paling Terjangkau dengan AI Gaming
-
Lenovo x FIFA World Cup 2026 Hadir di Indonesia, Luncurkan Laptop AI Edisi Terbatas
-
Vivo Y6a Resmi Rilis, Bawa Baterai Jumbo 7.200 mAh dan Spek Gahar
-
Cara Reset HP OPPO: Panduan Lengkap dan Aman untuk Semua Tipe
-
Keamanan Siber Jadi Prioritas Bisnis, ITSEC Asia dan BSSN Perkuat Kesiapan Organisasi
-
4 Trik Memperbaiki Kipas Angin Tidak Berputar Tanpa Bantuan Tukang Servis