Suara.com - Dari 5,5 juta serangga yang tersebar di seluruh dunia, baru 20 persen yang berhasil teridentifikasi. Sementara 80 persen dari populasi tersebut jumlahnya kian berkurang.
Berdasarkan laporan Caspar Hallman dari Radboud University, Belanda, pada 2017, populasi serangga terbang di cagar alam Jerman menurun lebih dari 75 persen selama 27 tahun terakhir.
Padahal menurut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), serangga memiliki peran yang sangat vital dalam tatanan hidup manusia dan rantai makanan. Pasalnya, spesies dengan nama latin Insecta ini merupakan penyerbuk, pengontrol hama, pengelola limbah, dan pengurai jasad.
“Jadi bayangkan jika serangga punah akan banyak jasad yang menumpuk dan tidak terurai," terang Djunijanti Peggie, peneliti bidang Entomologi Pusat Penelitian Biologi LIPI, sebagaimana dikutip dari laman resmi LIPI, Minggu (7/6/2020).
Peggie melanjutkan, penurunan jumlah populasi serangga ini dipengaruhi banyak faktor, namun penyebab utama berasal dari alih fungsi lahan, perubahan iklim, penggunaan pestisida dan pupuk sintetis, hingga adanya faktor biologis termasuk patogen dan spesies invasif.
Agar bisa teridentifikasi, LIPI saat ini sedang berpacu dengan waktu untuk melakukan upaya pendataan serangga dengan melibatkan berbagai pihak.
“Kami juga mendapatkan dana dari Global Biodiversity Information Facility untuk melakukan pendataan dan digitalisasi spesimen kupu-kupu,” imbuh Peggie.
Tak hanya itu LIPI juga membuka kesempatan kepada publik untuk mengkontribusikan spesies yang telah ditemukan.
“Masyarakat dapat mengirimkan koleksi dalam bentuk foto spesies dengan melengkapi data tempat dan waktu ditemukan. Koleksi tersebut dapat menjadi data observasi, salah satunya dalam InaBIF,” lanjutnya.
Baca Juga: Empat Keunggulan Teknologi Wireless
Secara terpisah, Kepala Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI Cahyo Rahmadi menyatakan bahwa pendataan serangga adalah upaya LIPI untuk melengkapi data keanekaragaman hayati. Nantinya, data yang terkumpul akan menjadi salah satu dasar untuk menyatakan status kepunahan.
“Negara maju sudah memiliki perbandingan data serangga dari tahun ke tahun. Sedangkan di Indonesia baru sebatas memiliki koleksi spesimen. Inilah yang dianggap sebagai kondisi kritis eksistensi serangga,” tutup Cahyo.
Berita Terkait
-
LIPI Sebut Jumlah Sampah Plastik dari Belanja Online Meningkat selama PSBB
-
Hasilnya Bikin Geli, Begini Cara Hilangkan Serangga pada Buah Stroberi
-
Bersama dengan Universitas Nottingham, LIPI Lakukan Pengurutan Genom Virus
-
LIPI: Vaksin Covid-19 Belum Akan Ditemukan dalam Waktu Dekat
-
Pilihan New Normal, LIPI: Vaksin Virus Corona Kemungkinan Lama Ditemukan
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Perbedaan Sifat Virgo Agustus dan September, Mana yang Lebih Ambisius?
-
Tune In to the Midnight Heart Season 2 Rilis 2027, Hadirkan 2 Karakter Baru
-
Pilu! TKW Asal Tulungagung Tertipu Modus Asmara, Kerugian Capai Rp622 Juta
-
Review Deep Water: Kendati Klise, Film Serangan Hiu Selalu Seru Ditonton!
-
Ketika Oposisi Mati, Akademisi Turun Gunung: Lahirkan Kabinet Bayangan Demi Selamatkan Demokrasi
-
Edukasi Keuangan TAF dan OJK Bantu Konsumen Ambil Keputusan Bijak di GIIAS 2026
-
Siapa Ahmad Dedi alias Dedi Congor? Pejabat Bea Cukai yang Diduga Terima Suap Rp30 Miliar
-
Bukan Ventela Saja! Ini Sepatu Sekolah Lokal Terbaik untuk Sekolah
-
30 Kata-kata Ucapan Hari Pramuka 2026 Membakar Semangat untuk Status WA
-
Dramatis, Cerita Petugas Damkar Gendong Korban Kebakaran Gedung Bapenda DKI dari Lantai 16