Suara.com - Sebagai kebijakan resmi, hanya pemerintah Swedia yang secara terbuka menerapkan kebijakan mendorong kekebalan alamiah di masyarakat (herd immunity) untuk menghadapi ganasnya daya tular virus corona.
Namun, sampai akhir Mei lalu, sebuah riset menyatakan ternyata hanya 7,3% orang Swedia yang punya antibodi untuk melawan virus corona.
Padahal herd immunity di suatu wilayah akan tercapai jika 60-80% penduduk telah mempunyai kekebalan, apakah itu kekebalan yang didapat melalui program imunisasi atau infeksi secara alamiah.
Sampai ditemukan vaksin dan kemudian dilakukan vaksinasi massal untuk mencegah COVID-19, sebenarnya diakui secara terus terang atau tidak, kebijakan banyak negara dengan mengendurkan lockdown atau Indonesia dengan pelonggaran pembatasan sosial skala besar (PSBB) dengan alasan ekonomi akan berdampak terhadap munculnya kekebalan alamiah di masyarakat.
Kita perlu belajar dari sejarah wabah penyakit seperti cacar dan polio yang butuh ratusan tahun untuk membasminya setelah dilakukan vaksinasi mayoritas penduduk dunia.
Risiko kematian besar
Istilah herd immunity atau kekebalan komunitas pertama kali di sampaikan pada 1923 oleh ahli mikrobiologi William Topley dan Graham Selby Wilson.
Kedua ilmuwan ini menggambarkan masalah penyebaran infeksi bakteri di suatu wilayah komunitas yang berdampak timbulnya kekebalan terhadap penyakit infeksi dan membawa perlindungan bagi yang belum terinfeksi.
Dengan angka case fatality rate (CFR) atau angka kematian akibat infeksi Covid 19 di Indonesia adalah 5,7% per 10 Juni 2020, dari jumlah konfirmasi positif 34.316, maka yang meninggal adalah 1.959 orang.
Baca Juga: Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Tegaskan Indonesia Tidak Pilih Herd Immunity
Untuk terjadinya herd immunity, 60-80% masyarakat suatu wilayah harus terinfeksi virus Covid 19 tersebut. Jika penduduk Indonesia saat ini 268 juta, maka untuk mencapai herd immunity alamiah sekitar 160–215 juta penduduk harus terinfeksi. Sisanya yang tidak terinfeksi akan terlindungi.
Dari penduduk yang terinfeksi tersebut kemungkinan yang akan meninggal dengan CFR 5,7% adalah 9,1 juta hingga 12,2 juta penduduk. Namun untuk mencapai herd immunity itu belum ada prediksi berapa lama waktu yang diperlukan.
Memang angka tersebut hanya prediksi dari suatu teori herd immunity, tapi tetap saja sangat mengkhawatirkan. Apalagi kasus COVID-19 di Indonesia semakin meningkat dengan tingkat kematian yang cukup tinggi. Sampai hari ini belum ada tanda-tanda ada penurunan signifikan kasus harian.
Herd Immunity karena vaksinasi
Herd Immunity dalam konotasi yang positif adalah terlindunginya sebagian besar individu dalam kelompok tersebut (menjadi kebal) terhadap penyakit infeksi yang disebabkan karena intervensi program imunisasi nasional.
Secara tidak langsung individu yang belum mendapat imunisasi akan terlindungi dari penyakit infeksi.
Berita Terkait
-
WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?
-
Pemerintah Siapkan Skenario dari era Covid-19 Hadapi Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah
-
Jerinx SID Kembali Singgung Konspirasi COVID-19, Ungkit Aksi Demo Tolak Rapid Tes Tahun 2020
-
Epstein Files Singgung Simulasi Pandemi Sebelum COVID-19, Nama Bill Gates Terseret
-
Merasa Tervalidasi oleh Epstein Files, Jerinx SID: Kini Kebenaran Makin Menyala
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
5 Pilihan HP Rp1 Jutaan Baterai 6000 mAh: Spek Dewa, Awet untuk Multitasking Harian
-
Game Ragnarok Origin Classic Resmi Rilis ke iOS, Android, dan PC
-
5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
-
4 HP RAM 12 GB Termurah di Bawah Rp3 Juta Akhir Maret 2026, Juara Gaming dan Multitasking!
-
5 Rekomendasi Tablet Termurah di 2026 untuk Multitasking, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
5 Smartwatch Murah Terbaik Rp200 Ribuan, Bisa Cek WA dan Pantau Kesehatan
-
36 Kode Redeem FF 29 Maret 2026, Trik Murah SG2 Lumut dan Bocoran Evo Bundle April
-
30 Kode Redeem FC Mobile 29 Maret 2026: Sambut TOTS April, Klaim Pemain Bintang Gratis
-
Terpopuler: Baru 2 Platform Patuhi PP Tunas, Pilihan HP Android yang Terbukti Awet
-
Bocoran iPhone 18 Terbaru: Semua Model Dapat Dynamic Island Lebih Kecil, Ini Detailnya