- Dokumen DOJ mengungkap komunikasi Bill Gates dan Jeffrey Epstein mengenai proyek kesehatan global sebelum pandemi Covid-19.
- Korespondensi tahun 2017 membahas fokus Epstein pada data kesehatan digital dan neuroteknologi dengan Gates.
- Diskusi spesifik mencakup rekomendasi teknis untuk simulasi pandemi berskala besar yang melibatkan koordinasi kunci.
Suara.com - Laporan terbaru yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) kembali memicu perbincangan hangat di level global.
Berkas tersebut mengungkap rincian komunikasi antara pendiri Microsoft, Bill Gates, dan pelaku predator seksual anak, Jeffrey Epstein, yang berfokus pada proyek-proyek strategis di bidang kesehatan global jauh sebelum munculnya pandemi Covid-19.
Meski nama Bill Gates muncul berulang kali dalam dokumen yang berkaitan dengan jaringan Epstein, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Gates mengenai temuan spesifik tersebut.
Hubungan keduanya diketahui bermula sekitar tahun 2011, di mana Epstein kala itu dikenal sebagai pengelola dana yang memiliki akses ke lingkaran elit politik dan bisnis dunia.
Salah satu bukti krusial dalam dokumen tersebut adalah email tertanggal 3 Maret 2017 yang ditujukan kepada kontak bernama 'Bill Gates'.
Pesan tersebut membahas tentang cakupan kerja pada BGC3, sebuah firma investasi privat yang mengelola kekayaan serta proyek strategis Bill Gates di luar yayasan filantropinya.
BGC3 sendiri dikenal berfokus pada inovasi teknologi tingkat tinggi, bioteknologi, hingga kesiapsiagaan menghadapi tantangan kesehatan global.
Dalam email tersebut, Epstein merinci beberapa poin hasil kerja yang melibatkan koordinasi dengan sejumlah individu kunci di lingkaran Gates.
Agenda: Dari Keamanan Data Hingga Neuroteknologi
Baca Juga: Dokumen Jeffrey Epstein 'Singgung' Identitas Satoshi Nakamoto dan Asal-Usul Bitcoin
Dalam korespondensi tersebut, Epstein mengungkapkan ketertarikannya pada dua bidang utama: kesehatan domestik dan neuroteknologi. Beberapa poin yang ia tawarkan sebagai rekomendasi kerja meliputi:
- Sistem Data Kesehatan Digital: Penggunaan teknologi zero-knowledge proof untuk mengamankan data medis pribadi, yang memungkinkan akses informasi tanpa mengorbankan privasi.
- Neuroteknologi sebagai Instrumen Pertahanan: Penyusunan makalah kebijakan mengenai neuroteknologi, baik untuk menangani penyakit degeneratif maupun potensinya sebagai alat intelijen dan pertahanan nasional.
- Simulasi Pandemi: Salah satu poin yang paling menyita perhatian adalah penyediaan rekomendasi lanjutan serta spesifikasi teknis untuk simulasi pandemi berskala besar.
Keberadaan diskusi mengenai skenario hipotesis kesiapan pandemi ini memberikan gambaran baru bagi publik mengenai keterlibatan Gates dengan Epstein di bidang sains dan kebijakan kesehatan global.
Rilisan dokumen dari Departemen Kehakiman AS ini mencakup jutaan halaman yang berisi catatan keuangan, foto, serta surat-menyurat yang memetakan pengaruh global Epstein.
Otoritas berwenang di Amerika Serikat menegaskan bahwa dokumen-dokumen ini merupakan bagian dari peninjauan yang masih terus berjalan.
Masyarakat diimbau untuk bersikap objektif dan berhati-hati dalam menafsirkan informasi tersebut hingga fakta-fakta hukum terbukti sepenuhnya di pengadilan.
DISCLAIMER: Laporan ini disusun berdasarkan ringkasan dokumen resmi yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) per Februari 2026. Seluruh rincian korespondensi yang disebutkan merupakan bagian dari data publik hasil investigasi.
Berita Terkait
-
Dokumen Epstein Tentang Apa? Ini Alasannya Dibuka ke Publik
-
Harga Bitcoin Sulit Bangkit dan Terkapar di Level USD 70.000, Efek Epstein Files?
-
Hubungan Putri Kerajaan Norwegia dengan Epstein, Sebut 'Predator Seks' Sosok Menawan
-
Jeffrey Epstein Minta Bantuan Israel untuk Caplok Aset dan Tambang Libya
-
Kronologi Lengkap Kasus Jeffrey Epstein, Seret Nama Pesohor Dunia
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Pramono Sebut Kebun Binatang Ragunan Bakal Tutup Saat Hari Pertama Lebaran, Buka Kembali Lusa
-
Pramono Anung dan Bang Doel Bakal Salat Idul Fitri di Balai Kota, Khatib Diisi Maruf Amin
-
Klaim Angka Kecelakaan dan Fatalitas Turun, Kakorlantas: Mudik Aman, Keluarga Bahagia
-
Prabowo Ucapkan Selamat Idulfitri 1447 H, Ajak Perkuat Persatuan dan Bangun Indonesia Lebih Kuat
-
Puncak Mudik 2026 Terlewati, Polri: Naik 4,26 Persen dan Tetap Terkendali
-
Malam Takbir di Bundaran HI, Pramono: Pemprov Jakarta Ingin Hadirkan Ruang Aman dan Nyaman
-
Pengiriman Pasukan Perdamaian Indonesia ke Gaza Ditunda, Prabowo Tegaskan Bukan untuk Lucuti Senjata
-
Cerita Warga Pilih Takbiran di Bundaran HI, Ogah Mudik Gegara Takut Ditanya Kapan Nikah
-
Ucapkan Selamat Idulfitri, Prabowo Subianto Ajak Masyarakat Pererat Persatuan
-
Potret Hangat Lebaran Presiden Prabowo: Makan Bareng Titiek Soeharto, Didit, dan Bobby Kertanegara