Ilustrasi membuka website [Shutterstock].
Suara.com - Internet bisa memudahkan pengguna untuk melakukan berbagai hal. Namun, internet juga bisa menjadi tempat yang berbahaya jika pengguna tidak berhati-hati, terlebih saat mengakses situs web di browser karena pengguna bisa mengalami penipuan atau bahkan pencurian identitas.
Dilansir dari India Times, berikut lima (5) cara mudah untuk mendeteksi situs web palsu:
1. Periksa URL
- Cara paling sederhana untuk mengetahui apakah situs web yang pengguna akses merupakan situs yang sah atau tidak, pengguna dapat memeriksa URL. Pelaku kejahatan di balik situs penipuan akan berusaha membuat web seperti terlihat asli, namun URL tidak bisa memiliki nama yang sama dengan aslinya.
- Biasanya, pelaku akan menghilangkan satu huruf atau mengganti huruf yang lain agar pengguna terkecoh. Karenanya, jangan hanya melihat URL sekilas, tapi periksa dengan benar.
2. Lihat HTTPS
- Situs yang sah harus memiliki protokol HTTPS dalam alamat web dan bukan hanya https:// melainkan harus ada huruf 's' di belakang yang merupakan singkatan dari secure. Bahkan situs web yang sah tanpa protokol ini bisa lebih mudah dibobol.
3. Percayakan pada perangkat lunak pilihan
- Gunakan peramban terbaru yang tepercaya, seperti Chrome, Firefox, atau Safari. Peramban-peramban ini memiliki fitur bawaan yang memberi tahu pengguna saat akan mengunjungi situs web berperingkat pengguna buruk atau telah dilaporkan sebagai situs scam sebelumnya.
- Selain itu, sebagian besar perangkat lunak antivirus utama juga memiliki ekstensi browser yang tersedia dan menampilkan skor kepercayaan di sebelah tautan web, untuk memberi tahu pengguna seberapa aman situs web itu.
4. Baca sebelum berinteraksi
- Jika berencana untuk membeli sesuatu dari situs web, pastikan untuk membaca detailnya dengan benar sebelum melakukan pembelian. Penggunaan bahasa yang buruk dalam situs web adalah salah satu tanda penipuan, seperti halaman "Hubungi Kami" yang kosong.
- Pengguna juga bisa mencari nama perusahaan terkait secara manual. Jika ada situs web otentik, situs web itu akan muncul di bagian atas pencarian dan biasanya situs atau perusahaan penipuan tidak akan memiliki banyak jejak digital.
5. Periksa iklan di situs
- Jika situs web menampilkan terlalu banyak iklan dan bermunculan, kemungkinan besar itu adalah situs yang tidak sah. Kemungkinan besar tujuan utamanya adalah menjual iklan kepada pengguna, dengan tujuan sekunder menipu seseorang yang mudah tertipu untuk tetap mengklik iklan.
Komentar
Berita Terkait
-
XL Jadi Jaringan #1 di Indonesia Versi Ookla, Borong Empat Penghargaan
-
Whooz Bikin UMKM Tak Perlu Lagi Investasi Server dan Jaringan
-
Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
-
Dibalik Keputusan MK soal Kuota Hangus, Pakar CISSReC Ingatkan Transparansi Lebih Penting!
-
Bukan Semua Kuota Harus Rollover, ATSI Jelaskan Makna Putusan MK Soal Paket Internet
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan