"Tetapi biasanya dengan virus atau infeksi pada enam minggu, Anda akan mengharapkan pemindaian telah kembali normal. Tidak dan itu yang perlu dikhawatirkan."
Seperti pasien Covid-19 lainnya yang telah dikeluarkan dari rumah sakit, McHugh masih masih memerlukan pemindaian lain dalam 12 minggu untuk melihat apakah jaringan parut yang diduga di paru-parunya telah memburuk atau tidak.
Apa itu fibrosis paru?
Fibrosis paru adalah penyakit yang terjadi ketika bagian paru-paru yang rapuh menjadi rusak dan tergores. Jaringan yang menebal dan kaku membuat kantung udara menjadi lebih sulit bekerja secara efektif. Dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan kelelahan, serta membuat pasien lebih rentan terhadap infeksi paru-paru lain di masa depan. Tidak dapat dipulihkan dan dalam beberapa kasus dapat menjadi progresif, yang berarti semakin buruk dari waktu ke waktu.
Penelitian tentang prevalensi kerusakan paru-paru yang disebabkan oleh Covid-19 masih dalam tahap yang sangat dini.
Diperkirakan, bagi mereka yang memiliki gejala ringan Covid-19 kecil kemungkinan menderita kerusakan permanen. Tetapi untuk mereka yang dirawat di rumah sakit, dan khususnya bagi mereka yang dirawat intensif atau dengan infeksi parah maka akan lebih rentan terhadap komplikasi.
Dalam sebuah studi dari China, yang diterbitkan pada bulan Maret lalu, ada 66 dari 70 pasien masih memiliki beberapa tingkat kerusakan paru-paru setelah dipulangkan dari rumah sakit.
Berdasarkan hasil awal dari pemindaian lanjutan, ahli radiologi di Inggris mengaku khawatir tentang efek jangka panjang dari infeksi serius virus corona ini.
"Dalam pemindaian enam minggu yang kami lihat, sejauh ini saya akan mengatakan antara 20% dan 30% pasien yang dirawat di rumah sakit menunjukkan beberapa tanda-tanda awal parut paru-paru," kata Dr Hare, yang membantu menyusun NHS protokol radiologi untuk mendiagnosis Covid-19.
Baca Juga: Efek Lockdown Membuat Panel Surya Bekerja Lebih Efisien
Ahli radiologi Inggris lainnya mengatakan kepada BBC bahwa mereka memperhatikan pola yang sama.
Data yang lebih detail tentang wabah sebelumnya yang serupa yaitu Sars dan Mers, ditemukan bawah sekitar 20% pasien SARS dan 60% pasien MERS mengalami beberapa masalah kesehatan yang diakibatkan fibrosis paru.
Virus Covid-19 telah menyebar di seluruh dunia dan lebih dari delapan juta infeksi yang dikonfirmasi hingga saat ini.
Lebih dari 100.000 pasien membutuhkan perawatan rumah sakit untuk Covid-19 di Inggris sejak pandemi dimulai pada Februari, menurut angka NHS.
"Kekhawatiran saya dengan Covid-19 adalah karena begitu banyak populasi telah terinfeksi," kata Dr Hare.
"Saya khawatir tentang banyaknya pasien yang harus dirawat, hanya karena banyak orang terinfeksi virus."
Pengobatan masa depan
Fibrosis paru-paru tidak dapat disembuhkan karena luka parut pada jaringan paru bersifat permanen.
Tetapi, ada obat baru dapat memperlambat perkembangan penyakit dan bahkan menghentikan sepenuhnya jika terdeteksi pada waktunya.
"Kita sekarang perlu memahami seberapa besar masalahnya dan kapan kita harus campur tangan dengan pengobatan," kata Prof Gisli Jenkins, dari National Institute for Health Research, yang menjalankan klinik penilaian untuk mereka yang keluar dari rumah sakit dengan Covid-19.
Prof Jenkins, yang berbasis di Nottingham, mengatakan: "Kekhawatiran saya yang sebenarnya adalah bahwa tidak pernah sebelumnya dalam hidup kita begitu banyak orang mengalami cedera paru-paru yang sama di saat bersamaan."
NHS Inggris mengatakan berencana untuk membuka sejumlah pusat rehabilitasi Covid-19 spesialis untuk membantu pasien pulih dari efek jangka panjang, termasuk kemungkinan kerusakan paru-paru.
Di Skotlandia dan Wales, rencananya adalah menyesuaikan layanan yang ada dan menyediakan lebih banyak rehabilitasi masyarakat.u.
Berita Terkait
-
Temui Wamensos, Empat Bupati Siap Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen
-
Kemensos Bentuk TP2SR, Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen
-
Melihat Dunia Lagi Setelah Kornea Rusak, Ini Revolusi Teknologi Transplantasi Mata Modern
-
Prabowo Bilang Banyak Pemuda Idap Kanker karena Atap Rumah Asbes: Kembali Pakai Ijuk
-
52 Ribu Hektare Mangrove Rusak Tiap Tahun, Kondisinya Kian Mengkhawatirkan
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana