Suara.com - Google akan mulai membayar untuk menampilkan konten berita dari beberapa outlet media, setelah bertahun-tahun menolak permintaan dari penerbit.
Perusahaan mengumumkan beberapa kesepakatan lisensi baru dengan penerbit di Jerman, Australia dan Brasil pada Kamis (25/6/2020), sebagai bagian dari "pengalaman berita baru" yang akan diluncurkan akhir tahun ini.
"Ini akan fokus pada konten berkualitas tinggi," kata Brad Bender, Google VP Product Management untuk News dalam posting blog, dilansir laman CNN Business, Selasa (30/6/2020).
"Program ini akan membantu penerbit yang berpartisipasi memonetisasi konten mereka melalui pengalaman bercerita yang disempurnakan, yang memungkinkan orang masuk lebih dalam ke cerita yang lebih kompleks, tetap terinformasi dan terpapar ke dunia dengan berbagai masalah dan minat yang berbeda," kata Bender.
Google sedang berbicara dengan penerbit di beberapa negara lain dan berharap menambah daftar dalam beberapa bulan mendatang. Penerbit dengan penawaran pertama termasuk perusahaan Australia Schwartz Media, The Conversation dan Solstice Media; Diarios Associados dan A Gazeta Brasil; dan Der Spiegel Jerman, Frankfurter Allgemeine Zeitung, Die Zeit dan Rheinische Post.
Bender juga mengatakan, Google akan segera mulai membayar penerbit untuk memungkinkan pembaca akses gratis ke artikel tertentu yang biasanya terkunci di balik paywall.
"Dengan berita lokal di bawah tekanan, menemukan saluran baru dan pemirsa baru untuk konten premium kami, di lingkungan yang aman dan dikuratori, adalah prioritas tinggi," Paul Hamra, direktur pelaksana dan penerbit dua surat kabar Australia yang dimiliki Solstice Media, mengatakan dalam sebuah pernyataan.
Google telah lama melakukan pembicaraan panjang dengan penerbit tentang cara menampilkan konten mereka, di mana para perusahaan media berpendapat raksasa pencarian harus membayar mereka untuk hak istimewa.
The News Media Alliance, sebuah konsorsium penerbit AS, mengatakan dalam sebuah studi 2019 bahwa Google menghasilkan 4,7 miliar dolar AS dari industri berita tahun sebelumnya, sebuah angka yang diperdebatkan Google.
Baca Juga: Dampak Pandemi: Pendapatan Iklan Google Bakal Turun, Facebook Berjaya
Ketika peraturan baru mulai berlaku tahun lalu di Prancis yang mengharuskan penerbit dibayar untuk potongan berita yang ditampilkan dalam hasil pencarian, Google mengumumkan bahwa itu hanya akan menampilkan berita utama.
Pada April lalu, otoritas persaingan Prancis memutuskan bahwa menghapus cuplikan tersebut menyalahgunakan dominasi pasar Google dan memerintahkan perusahaan untuk bernegosiasi dengan penerbit Prancis.
Di Australia, Google telah menolak panggilan untuk perusahaan media sosial dan pencarian untuk membayar jutaan dolar setahun kepada penerbit untuk menggunakan konten mereka.
Berita Terkait
-
Subak Jadi Google Doodle Hari Ini, Berikut Fakta Subak yang Perlu Diketahui
-
Lebih Aman, Google Kembangkan Fitur Tolak Panggilan Spam
-
Perhatian: Avast Temukan 47 Aplikasi Iklan Tersembunyi di Play Store
-
Pembaruan Google Photos Tersedia Pekan Depan, Bawa Segudang Perubahan
-
Google Akan Hapus Riwayat Pengguna Secara Otomatis setelah 18 Bulan
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
61 Kode Redeem FF Terbaru 23 Maret 2026, Klaim Joker Bundle dan Diamond Gratis
-
Daftar Harga HP Infinix 2026 Semua Seri, Mana yang Cocok Untukmu?
-
Samsung Galaxy M17e 5G Debut, HP Murah Rp2 Jutaan Ini Usung Baterai Jumbo
-
38 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 23 Maret 2026: Klaim Draft Voucher, Pemain, dan Permata
-
7 HP Gaming Refresh Rate 120Hz Termurah, Baterai Badak Harga Cuma Rp1 Jutaan
-
7 Tablet Anak Pengganti HP untuk Gaming dan Belajar, Bonus Stylus Pen Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Usai Beli Saham Capcom, Arab Saudi Bakal Caplok Moonton Rp102 Triliun
-
15 HP Oppo Terbaru 2026 dan Harganya, Mana yang Cocok Buat Kantongmu?
-
Lenovo dan MSI Siap Luncurkan Laptop dengan Intel Core Ultra 7 serta NVIDIA RTX 5070
-
Death Stranding 2 Pecahkan Rekor di PC, Jadi Jawaban Telak untuk Sony