Mat Morrison, kepala strategi di agensi periklanan Digital Whiskey, mengatakan bahwa ada sejumlah besar bisnis kecil yang "tidak mampu untuk tidak beriklan".
"Satu-satunya cara bisnis kami bekerja adalah memiliki akses ke pemirsa yang sangat bertarget ini, yang bukan pemirsa media massa, jadi kami akan terus beriklan," kata Morrison.
Dalam beberapa hal Facebook terlihat seperti pilihan yang baik untuk melobi perusahaan. Struktur Facebook memberi Mark Zuckerberg sejumlah besar kekuatan untuk memengaruhi perubahan.
Tetapi kebalikannya juga benar. Pemegang saham tidak dapat menekan Mr Zuckerberg dengan cara yang sama seperti perusahaan lain. Jika dia tidak ingin bertindak, dia tidak akan melakukannya.
Namun sejauh ini, dia telah menunjukkan tanda-tanda dia siap untuk pindah. Pada Jumat (26/6/2020), Facebook mengumumkan akan mulai menandai konten yang penuh kebencian dan menunggu pengumuman selanjutnya minggu ini.
Perubahan ini tidak akan cukup untuk membuat Stop Hate for Profit hilang. Dan di tempat lain, pihak lain mengambil tindakan sendiri.
Tahun ini akan menjadi tahun yang sulit bagi semua perusahaan media sosial.
Jika boikot berlanjut ke musim gugur, dan jika semakin banyak perusahaan mendaftar, ini bisa menjadi tahun yang menentukan bagi jejaring sosial.
Baca Juga: Curhat Bayar Tagihan Indihome Melebihi Paket, Netizen Ini Malah Bikin Emosi
Berita Terkait
-
Facebook Pertahankan Kebijakan Ujaran Kebencian di Tengah Boikot
-
Pengguna Facebook Seluler Bisa Cicipi Fitur Dark Mode
-
Coca-cola Boikot Facebook, Harta Mark Zuckerberg Berkurang Rp 103 Triliun
-
Heboh Grup Pelakor di Facebook, Ribuan Anggota Curhat Sampai Warganet Geram
-
Perusahaan-perusahaan Amerika Boikot Facebook, Berhenti Beriklan
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Harga Redmi Buds 8 Cuma Rp500 Ribuan: Ada Fitur ANC, Baterai Tahan 44 Jam
-
Bocoran Assassin's Creed Black Flag Resynced, Hadir dengan Grafis Lebih Megah
-
68 Kode Redeem FF Max Terbaru 21 April 2026: Klaim Diamond, Skin Motor, dan Booyah Fist
-
35 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 21 April 2026, Kesempatan Raih Gems dan Upgrade Pemain
-
Tablet Murah Rp2 Jutaan Anyar, Redmi Pad 2 SE 4G Andalkan Chipset Snapdragon Mumpuni
-
Jabra Luncurkan Headset AI dan Video Conference Canggih untuk Kerja Hybrid 2026
-
Profil John Ternus: CEO Apple Anyar Pengganti Tim Cook Dikenal Sebagai Sosok 'Inovator'
-
Transformasi Supply Chain Berbasis Data, Cara Baru Tingkatkan Efisiensi dan Kurangi Risiko
-
Bocoran Motorola Razr 70 Ultra: Upgrade Baterai Jadi Senjata Utama Lawan Samsung?
-
3 Keunggulan POCO M8s 5G, HP Murah dengan Layar 144 Hz dan Baterai 7.000 mAh