Suara.com - Para ilmuwan di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat (AS), mengembangkan robot baru yang diklaim dapat membunuh virus Corona (Covid-19). Menggunakan sinar ultraviolet (UV) di gudang seluas 4.000 kaki persegi dan dalam 30 menit mampu membunuh 90 persen partikel virus.
Mesin otonom menggunakan jenis tertentu dari panjang gelombang pendek UV, yang dikenal sebagai UVC, untuk membunuh mikroorganisme dan mengganggu DNA dalam proses yang disebut ultraviolet germicidal irradiation.
Karena sinar UVC berbahaya bagi manusia, robot harus melakukan tugasnya sendiri dan melakukan sanitasi ketika manusia berhenti bekerja di sebuah ruangan. Robot dapat memetakan seluruh fasilitas industri, dalam kasus ini adalah Great Boston Food Bank (GBFB).
PBB memperkirakan jumlah orang yang menghapi kesulitan pangan parah berlipat ganda mencapai 265 juta karena virus Corona. Dengan kata lain, sangat penting paket bantuan makanan yang didistribusikan di Amerika Serikat harus bebas dari patogen.
"Di sini ada peluang unik untuk memberikan daya desinfektan tambahan untuk alur kerja saat ini dan membantu mengurangi risiko paparan Covid-19," ucap Alyssa Pierson, ilmuwan peneliti di Lab Ilmu Komputer dan Kecerdasan Buatan MIT, seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (30/6/2020).
MIT mengatakan, permukaan adalah wadah bagi virus Corona dan patogen berbahaya lainnya. Produk pembersih kimia memang efektif, tetapi menggunakannya untuk mendisinfeksi area yang luas bisa memakan banyak waktu dan dapat membuat karyawan berisiko terinfeksi.
Oleh karena itu, para ilmuwan beralih ke UVC yang sudah digunakan untuk membersihkan peralatan rumah sakit dengan teknologi robotika, sehingga dapat dioperasikan tanpa awak.
Robot otonom akan bergerak di sekitar area dengan empat batang vertikal yang memancarkan sinar UV, yang dipasang dari perusahaan Massachusetts firm Ava Robotics.
Selama pengujian di fasilitas GBFB, robot dikendarai di sekitar lorong penyimpanan dengan kecepatan sekitar 0,22 mil per jam. Pada kecepatan ini, sinar UV menetralkan setidaknya 90 persen mikroorganisme pada berbagai jenis permukaan di fasilitas.
Baca Juga: Virus Corona Covid-19 Bisa Sebabkan Pembekuan Darah di Usus, Ini Bahayanya!
Sistem ini dapat mensterilkan lantai gudang GBFB dalam waktu setengah jam, tetapi bisa juga digunakan di supermarket, pabrik, restoran, dan sekolah.
Robot ini awalnya dioperasikan oleh pengguna jarak jauh yang berada di sekitar area, tetapi selanjutnya robot dapat beroperasi secara mandiri. Robot dapat pergi ke titik arah yang ditentukan pada petanya, sebelum kembali ke pangkalan.
Titik arah pembersihan ini ditentukan oleh orang yang mengoperasikannya dalam mode teleoperated awal, yang dapat menambahkan titik arah baru ke peta sesuai kebutuhan.
Sinar UVC juga bisa menjangkau sudut dan celah ketika cahaya memantul dari permukaan ke permukaan lain dan juga dapat bekerja melawan patogen di udara.
Tim ahli di MIT sedang mengeksplorasi cara menggunakan sensor on-board untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Ketika robot dikerahkan, robot tidak tahu lorong mana yang akan ditempati. Karenanya, robot perlu diajari antara lorong yang ditempati dan tidak dihuni sehingga dapat mengubah jalurnya.
MIT juga sedang menyelidiki potensi beberapa robot ini untuk bekerja bersama dalam tim.
Berita Terkait
-
Studi: Pada Tahap Terparah, Kekebalan Tubuh Masih Lawan Virus Corona!
-
Selain Merokok, Berbagi Korek Api Tingkatkan Risiko penularan Virus Corona
-
Virus Corona Covid-19 Bisa Sebabkan Pembekuan Darah di Usus, Ini Bahayanya!
-
Vaksin Covid-19 Sudah Digunakan di China, Dengan Perizinan Khusus
-
WHO Kerahkan Tim ke China untuk Menyelidiki Bagaimana Covid-19 Dimulai
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Kiper Juara Liga 1 Merapat! PSIS Semarang Datangkan Reky Rahayu
-
Catat Syaratnya! Ini Cara Gampang Dapat Diskon PLN 50 Persen, Cuma Sampai 27 Juli 2026!
-
Pantau Dulu, Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp2.635.000 per Gram
-
Kaca Mobil Buram Bikin Bahaya? Kenali Penyebab Jamur dan Cara Ampuh Mengatasinya
-
Rencana Hibah Kapal Induk Bekas Italia Disorot, Pengamat Minta Pemerintah Hitung Ulang Kebutuhan
-
Bukan di Area 51, Festival UFO Justru Digelar di Kulon Progo
-
Review Serial I'm Not Afraid: Drama Misteri Meksiko yang Sangat Emosional
-
121 Juru Parkir Semarang Menunggak Setoran, PAD Rp280 Juta Terancam Melayang
-
Pasang Rating BBRI Jadi Overweight, Ini Alasan JPMorgan Berikan Sinyal Positif
-
John Herdman Kemungkinan Coret Mauro Zijlstra Jelang Piala AFF 2026, Kenapa?