Suara.com - Pada 50 tahun lalu, manusia menciptakan sejarah dengan mendaratkan kaki pertama kali di permukaan Bulan. Kini, siapapun dapat menyaksikan pendaratan tersebut dengan sangat detail, berkat spesialis pemulihan foto dan film serta sentuhan kecerdasan buatan (AI).
Selama bertahun-tahun, NASA telah memperbarui dan meningkatkan banyak video dan gambarnya untuk mengungkapkan rekaman yang lebih tajam atau lebih detail namun tetap mempertahankan keaslian waktu, tempat, dan objek pada saat pendaratan Bulan.
Terkadang, para warga ilmuwan (citizen scientist), astronom amatir atau hanya penggemar fotografi mengambilnya untuk memproses, mengedit, dan meningkatkan rekaman lama.
Berkat kemajuan teknologi, sekarang arsip rekaman Neil Armstrong selama misi Apollo 11 ketika mengambil sampel Bulan, ditambah saat Apollo 15 mendarat di permukaan Bulan, dan salah satu dari tiga lintasan penjelajah yang dilakukan untuk mengambil sampel oleh misi Apollo 16, telah ditingkatkan oleh spesialis restorasi film yang dijalankan oleh Dutchsteammachine. Hasilnya telah dibagikan secara publik lewat publikasi melalui YouTube.
"Saya benar-benar ingin memberikan pengalaman tentang rekaman lama ini yang belum pernah dilihat sebelumnya," kata Dutchsteammachine, seperti dikutip dari IFL Science, Rabu (22/7/2020).
Kembali pada 20 Juli 1969, diperkirakan sebanyak 650 juta orang menyaksikan Neil Armstrong membuka pintu Modul Lunar Eagle, menuruni tangga, dan mengambil langkah pertama di Bulan, serta mengucapkan kata-kata abadi yang sering dikutip berbunyi, "Itu satu langkah kecil untuk seorang lelaki. Satu lompatan raksasa untuk umat manusia."
Sekarang, Dutchsteammachine telah meningkatkan rekaman dari 12 frame per detik (fps) menjadi 60 fps, meningkatkan resolusi dan mengembalikan ketajaman sehingga siapapun dapat menontonnya dengan detail yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Teknologi yang digunakan Dutchsteammachine untuk meningkatkan rekaman adalah AI open-source yang disebut Depth-Aware video frame Interpolasi atau DAIN. Motion-compensated interpolation adalah teknik pemrosesan video yang menghasilkan bingkai antara yang ada dalam video, untuk membuatnya tampak lebih halus dan mengurangi blur.
Baca Juga: NASA Berencana Kembali ke Venus untuk Buru Gunung Berapi
Tak hanya itu, rekaman saat Apollo 15 mendarat di Hadley Rille, salah satu lembah di Bulan, menjadikan waktu terpanjang penjejakan terpanjang di permukaan Bulan, mulai dari 30 Juli hingga 2 Agustus 1971.
Rekaman dengan kualitas tinggi dan lebih detail diharapkan akan didapatkan ketika misi Artemis NASA selanjutnya mendarat di permukaan Bulan pada 2024, agar memberikan sensasi pengalaman mendarat ke Bulan lebih nyata kepada siapapun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam