Tekno / Tekno
Kamis, 26 Februari 2026 | 17:57 WIB
E-Waste Recycling for A Better Planet, Jakarta, Kamis (26/2/2026). [LG Electronics Indonesia]
Baca 10 detik
  • PT LG Electronics Indonesia serahkan instalasi seni dari sampah elektronik di SDN Ragunan 08, Jakarta, Rabu (26/2/2026).
  • Program daur ulang dari September–Oktober 2025 berhasil kumpulkan 350 Kg limbah elektronik untuk diolah.
  • Instalasi seni ini merupakan puncak kampanye kesadaran pengelolaan *e-waste* sejak usia dini bagi siswa sekolah.

Suara.com - Isu limbah elektronik (e-waste) kian mendesak di tengah lonjakan penggunaan perangkat digital. 

Menjawab tantangan tersebut, LG Electronics melalui PT LG Electronics Indonesia menyerahkan karya seni instalasi berbahan sampah elektronik ke SDN Ragunan 08, Jakarta Timur, Rabu (26/2/2026).

Instalasi ini menjadi puncak program E-Waste Recycling for A Better Planet, kampanye yang mendorong kesadaran pengelolaan sampah elektronik sejak usia dini.

“Menjadi harapan kami, karya seni ini dapat mendukung upaya menumbuhkan kesadaran pada sampah elektronik dan pengelolaannya sejak usia dini,” ujar Ha Sang-chul, President of PT LG Electronics Indonesia.

350 Kg Limbah Elektronik Dikumpulkan, Diolah Jadi Karya Bernilai

Program yang berlangsung sepanjang September–Oktober 2025 ini mengajak masyarakat mengumpulkan perangkat elektronik tak terpakai untuk didaur ulang. 

LG menyediakan kotak pengumpulan di enam lokasi berbeda demi memudahkan partisipasi publik.

Hasilnya, 350 kilogram sampah elektronik berhasil dikumpulkan. Dalam proses pengolahannya, LG menggandeng Liberty Society Indonesia, organisasi yang dikenal fokus mengolah material daur ulang menjadi produk bernilai guna.

Sampah elektronik tersebut kemudian diubah menjadi instalasi seni yang menyiratkan pesan kuat tentang risiko pengelolaan e-waste yang tidak bijak.

Baca Juga: LG Perkuat Edukasi Cuci Higienis, Andalkan Fitur Allergy Care hingga TurboWash 360

Seni Instalasi sebagai Alarm Bahaya E-Waste

Karya instalasi yang diserahkan ke SDN Ragunan 08 merupakan buah tangan seniman Angelika Saraswati, yang juga aktif di Liberty Society Indonesia.

Instalasi ini bukan sekadar pajangan visual, melainkan simbol kewaspadaan terhadap dampak limbah elektronik yang tidak dikelola dengan benar, mulai dari pencemaran lingkungan hingga risiko kesehatan.

Ha Sang-chul menegaskan, meningkatnya gaya hidup digital harus diiringi tanggung jawab terhadap limbah perangkat.

“Seiring perkembangan gaya hidup dengan semakin banyak penggunaan alat elektronik, perluasan kesadaran akan pengelolaan bertanggung jawab pada limbah elektronik ini menjadi bentuk kepedulian pada penciptaan lingkungan yang berkelanjutan. Hal inilah yang menjadi tujuan besar rangkaian program dibalik penyerahan karya seni instalasi ini,” katanya.

Edukasi Sejak Dini, Dipamerkan ke Beberapa Sekolah

Load More