- PT LG Electronics Indonesia serahkan instalasi seni dari sampah elektronik di SDN Ragunan 08, Jakarta, Rabu (26/2/2026).
- Program daur ulang dari September–Oktober 2025 berhasil kumpulkan 350 Kg limbah elektronik untuk diolah.
- Instalasi seni ini merupakan puncak kampanye kesadaran pengelolaan *e-waste* sejak usia dini bagi siswa sekolah.
Suara.com - Isu limbah elektronik (e-waste) kian mendesak di tengah lonjakan penggunaan perangkat digital.
Menjawab tantangan tersebut, LG Electronics melalui PT LG Electronics Indonesia menyerahkan karya seni instalasi berbahan sampah elektronik ke SDN Ragunan 08, Jakarta Timur, Rabu (26/2/2026).
Instalasi ini menjadi puncak program E-Waste Recycling for A Better Planet, kampanye yang mendorong kesadaran pengelolaan sampah elektronik sejak usia dini.
“Menjadi harapan kami, karya seni ini dapat mendukung upaya menumbuhkan kesadaran pada sampah elektronik dan pengelolaannya sejak usia dini,” ujar Ha Sang-chul, President of PT LG Electronics Indonesia.
350 Kg Limbah Elektronik Dikumpulkan, Diolah Jadi Karya Bernilai
Program yang berlangsung sepanjang September–Oktober 2025 ini mengajak masyarakat mengumpulkan perangkat elektronik tak terpakai untuk didaur ulang.
LG menyediakan kotak pengumpulan di enam lokasi berbeda demi memudahkan partisipasi publik.
Hasilnya, 350 kilogram sampah elektronik berhasil dikumpulkan. Dalam proses pengolahannya, LG menggandeng Liberty Society Indonesia, organisasi yang dikenal fokus mengolah material daur ulang menjadi produk bernilai guna.
Sampah elektronik tersebut kemudian diubah menjadi instalasi seni yang menyiratkan pesan kuat tentang risiko pengelolaan e-waste yang tidak bijak.
Baca Juga: LG Perkuat Edukasi Cuci Higienis, Andalkan Fitur Allergy Care hingga TurboWash 360
Seni Instalasi sebagai Alarm Bahaya E-Waste
Karya instalasi yang diserahkan ke SDN Ragunan 08 merupakan buah tangan seniman Angelika Saraswati, yang juga aktif di Liberty Society Indonesia.
Instalasi ini bukan sekadar pajangan visual, melainkan simbol kewaspadaan terhadap dampak limbah elektronik yang tidak dikelola dengan benar, mulai dari pencemaran lingkungan hingga risiko kesehatan.
Ha Sang-chul menegaskan, meningkatnya gaya hidup digital harus diiringi tanggung jawab terhadap limbah perangkat.
“Seiring perkembangan gaya hidup dengan semakin banyak penggunaan alat elektronik, perluasan kesadaran akan pengelolaan bertanggung jawab pada limbah elektronik ini menjadi bentuk kepedulian pada penciptaan lingkungan yang berkelanjutan. Hal inilah yang menjadi tujuan besar rangkaian program dibalik penyerahan karya seni instalasi ini,” katanya.
Edukasi Sejak Dini, Dipamerkan ke Beberapa Sekolah
Selain SDN Ragunan 08, instalasi serupa juga dipamerkan di SDIT Pembangunan Pamulang dan SDN 07 Kebon Baru. LG bahkan membawa karya ini ke area publik dalam gelaran LG ZonaSeru di CGV Central Park Jakarta untuk memperluas jangkauan edukasi.
Menurut LG, langkah ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang berada di bawah payung program LG Loves Indonesia.
Penyerahan karya seni instalasi ini memang menjadi puncak dari salah satu program yang merepresentasikan tanggung jawab sosial perusahaan.
"Namun kami berharap, hal ini sekaligus dapat menjadi pemantik bagi tumbuhnya berbagai gerakan dengan visi yang sama dengan tujuan besar menciptakan kehidupan lebih baik bagi generasi saat ini dan di masa mendatang,” ujar Ha Sang-chul.
Program pengelolaan limbah elektronik ini berada di bawah pilar LG Loves Green, yang berfokus pada isu lingkungan hidup.
Selain itu, LG juga memiliki tiga pilar sosial lainnya: LG Loves and Cares, LG Loves School, dan LG Loves Children.
Ha Sang-chul menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Tak hanya dari LG, namun pula menjadi sebuah kolaborasi besar berbagai pelaku bisnis dan industri beserta berbagai pihak lainnya untuk memberikan dampak positif dan menghadirkan semangat optimisme baru bagi kemajuan Indonesia,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Sharp Ekspansi Mesin RVM di Plaza Indonesia, Sulap Botol Plastik Jadi Poin Belanja
-
Rahasia Dapur Integrasi Teknologi LG yang Bikin Bertahan dan Terus Berinovasi!
-
LG Pastikan TV Lolos Standar Global Lewat 500 Tes Ketat
-
Daya Beli Lesu Hantam Industri Elektronik, Jurus 'Inovasi Hemat Energi' Jadi Andalan
-
Cara Membuat Identitas Kependudukan Digital (IKD) Setara KTP
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Menanti THR MLBB 2026: Ini Hadiah dan Potensi Skin Gratisnya
-
Samsung Galaxy Buds4 Pro Resmi, Ini Harga dan Spesifikasi Earbuds ANC 24-bit di Indonesia
-
Game Silent Hill: Townfall Hadirkan Horor First-Person yang Mencekam di 2026
-
Trailer Anyar Film Mortal Combat 2 Beredar, Johnny Cage Bergabung ke Pertarungan
-
3 HP Motorola dapat Update Android 17 Beta: Ada Lini HP Murah, Hadirkan Fitur Baru
-
Spesifikasi Samsung Galaxy S26 di Indonesia: Pakai Chipset Exynos Anyar dan Fitur AI
-
Harga Samsung Galaxy S26 Series di Indonesia, Spesifikasi Lengkap dan Fitur Galaxy AI Terbaru 2026
-
Publisher Game Indonesia Ingin Pindah ke LN Gegara Pajak Besar, Begini Respons Ditjen Pajak
-
Cara Mematikan MSA Xiaomi untuk Hilangkan Iklan dan Atasi Lemot
-
Viral Ditodong 'Kurang Bayar' Pajak, Publisher Game Indonesia Ingin Pindah ke Luar Negeri