Suara.com - Lembaga pengawas vaksin Jerman, Paul Ehrlich Institut, mengatakan sebagian kelompok masyarakat di negara itu dapat menerima vaksin Covid-19 pada awal 2021.
Sedikitnya, lebih dari enam perusahaan farmasi di berbagai negara tengah melakukan uji klinis untuk kandidat vaksin Covid-19, yang masing-masing membutuhkan 10.000 relawan. Uji klinis atau uji coba ke manusia yang akan berlangsung sampai akhir 2020 bertujuan mengetahui tingkat keamanan dan keampuhan calon vaksin Covid-19.
Sejak pertama kali mewabah di Kota Wuhan China akhir tahun lalu, Covid-19 saat ini telah menewaskan hampir 800.000 jiwa di lebih dari 200 negara dan menyebabkan perekonomian global lumpuh.
Kepala Paul Ehrlich Institut, Klaus Cichutek, saat diwawancarai koran dari grup Funke, mengatakan data dari hasil uji klinis Tahap I dan Tahap II, menunjukkan kandidat vaksin Covid-19 yang dikembangkan berhasil menciptakan respon imun.
"Jika data dari uji klinis Tahap III menunjukkan calon vaksin ini efektif dan aman, vaksin pertama kemungkinan dapat disetujui pada awal tahun (2021, red), tetapi dengan beberapa syarat tertentu," kata Cichutek dilansir laman Antara, Kamis (20/8/2020).
"Sesuai dengan jaminan dari pembuat vaksin, dosis vaksin pertama untuk rakyat Jerman akan tersedia pada saat itu, sejalan dengan prioritas yang ditetapkan oleh Komite untuk Vaksin," tambah dia.
Komite untuk Vaksin merupakan badan yang memberi rekomendasi penggunaan vaksin berizin di Jerman. Tingkat penularan di Jerman telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir. Data dari Robert Koch Institute (RKI) untuk Penyakit Menular pada Rabu (18/8) menunjukkan, jumlah pasien positif bertambah 1.510 jiwa sehingga total pasien menjadi 226.914.
Beberapa perusahaan farmasi, termasuk Moderna, AstraZeneca, dan Pfizer Inc masing-masing mengatakan, mereka menargetkan dapat memproduksi lebih dari satu miliar dosis vaksin tahun depan.
Perusahaan bioteknologi Jerman, CureVac, belum mengeluarkan kemungkinan adanya percepatan perizinan untuk calon vaksinnya. Pihak perusahaan menargetkan calon vaksin Covid-19, buatannya dapat tersedia di pasar pada pertengahan 2021. Rusia mengatakan calon vaksin buatannya akan tersedia pada akhir Agustus 2020.
Baca Juga: Malaysia Bakal Gratiskan Vaksin Virus Corona untuk Semua Warga
Berita Terkait
-
Setelah Vaksin Covid-19 untuk Manusia, Rusia Kembangkan untuk Hewan
-
Susul Rusia, China Patenkan Vaksin Covid-19
-
Setelah Rusia, China Berikan Paten Vaksin CanSino Masuki Uji Fase III
-
Amerika Kembangkan Virus Corona Khusus untuk Menginfeksi Manusia
-
China Patenkan Vaksin Covid-19 Pertama, Klaim Hasilkan Kekebalan
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif