Suara.com - Seorang remaja lelaki berusia 12 tahun, Jackson Oswalt, memecahkan Guinness World Records sebagai orang termuda yang pernah mencapai fusi nuklir.
Jackson berhasil memadukan dua atom deuterium menjadi fusor kecil yang dibangun oleh dirinya sendiri. Fusor adalah perangkat yang memanfaatkan medan listrik untuk memanaskan ion hingga suhu ekstrem yang mampu memfasilitasi fusi nuklir.
Pengambilan energi yang besar dan suhu yang tidak wajar membuat fusor buatan Jackson menjadi prestasi yang mengesankan. Jackson membuat eksperimen tersebut di rumahnya yang berlokasi di Memphis, Tenessee, dan menggunakan fusornya untuk bertabrakan dengan atom deuterium, isotop hidrogen yang stabil, untuk mencoba fusi nuklir.
"Saya dapat menggunakan listrik untuk mempercepat dua atom deuterium bersama-sama sehingga mereka melebur menjadi atom helium 3, yang juga melepaskan neutron yang dapat digunakan untuk memanaskan air dan menghidupkan mesin uap, dan akhirnya menghasilkan listrik," kata Jackson, seperti dikutip IFL Science, Senin (12/10/2020).
Walau begitu, membuat mesin yang mampu melakukan fusi nuklir di dalam rumah bukanlah ide yang baik. Jackson, yang kini telah berusia 15 tahun, sangat sadar akan bahaya yang dilakukannya.
"Membangun fusor adalah proses yang sangat berbahaya, terutama karena tingginya listrik yang digunakan dalam reaktor. Tindakan pencegahan tertentu perlu dilakukan, seperti memakai sarung tangan untuk pelindung," tambahnya.
Menurut Jackson, fusor tersebut tidak bisa dianggap enteng karena suhu di dalam bisa mencapai hingga 100 juta derajat Kelvin.
Prestasi Jackson muncul dalam Guinness World Records 2021 edisi tahun ini untuk prestasi yang diraihnya pada usia 12 tahun.
Fusor menjadi hal umum sebagai jalan masuk yang dapat diakses ke fusi nuklir oleh orang-orang yang menyukai fisika. Namun, Fusor juga memiliki aplikasi komersial. Itu digunakan oleh beberapa instusi medis untuk menghasilkan isotop medis, yang memiliki beragam kegunaan dalam diagnosis dan pengujian serta sumber neutron oleh DaimlerChrysler Aerospace.
Baca Juga: Pecahkan Rekor! Ini Rambut Mohawk Tertinggi, Panjangnya Capai 108 Cm
Sayangnya, fusor tidak dapat digunakan dalam penggunaan komersial untuk memenuhi kebutuhan energi bersih dunia. Fusor tipikal tidak dapat menghasilkan fluks neutron yang dapat dihasilkan reaktor fusi dan masukan energinya jauh melebihi keluaran energi potensial dengan teknologi yang ada.
Namun, generasi baru ilmuwan muda seperti Jackson yang terlibat dalam fisika nuklir mendorong umat manusia selangkah lebih dekat ke masa depan yang lebih bersih.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
5 HP Baterai Jumbo Tahan Seharian, Gak Perlu Sering Ngecas!
-
Siap Rilis, Oppo Find X9s Usung Tombol Khusus dan Kamera Premium 50 MP
-
Tecno Spark 50 4G Rilis Global, HP Murah Mirip iPhone Ini Siap ke Indonesia
-
Kritik Manajer Riot Games ke IGRS: Keamanan Rentan, SDM Komdigi Sedikit dan Tak Memadai
-
LG Pamer Teknologi Zero Labour di InnoFest 2026, Rumah Pintar Serba Otomatis
-
5 HP Honor 5G Terbaru, Spek Ideal Buat Multistasking Berat dan Produktivitas
-
7 HP POCO RAM 8 GB Kamera Bagus Super Jernih, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
4 Rekomendasi HP OPPO dengan NFC Termurah, Performa Kencang dan Tahan Banting
-
Penemuan Fosil Kupu-Kupu Berusia 34 Juta Tahun di Prancis, Kondisi Masih Utuh
-
Jadwal Asteroid Apophis atau 'Dewa Kematian' Melintas Dekat Bumi