Suara.com - Smartfren telah mengenalkan pengalaman menggunakan eSIM card bagi para pelanggannya, sejak tahun lalu. Situasi pandemi Covid-19 ini, perusahaan memanfaatkan digitalisasi dengan mempermudah pembelian.
"Pembelian eSIM Smartfren yang sepenuhnya digital merupakan cara baru yang sangat relevan dengan situasi pandemi Covid-19," ujar Deputy CEO Mobility Smartfren, Sukaca Purwokardjono dalam konferensi vitual, Jumat (23/10/2020).
Caranya pun mudah, pelanggan tidak perlu keluar rumah, cukup memesan secara online, dan QR Code akan dikirimkan ke email yang didaftarkan.
"Melalui cara ini eSIM Smartfren diharapkan menjadi pilihan terbaik bagi mereka yang ingin merasakan dukungan internet 4G berkecepatan tinggi untuk bekerja dan berkarya dari rumah,” katanya.
Pemesanan eSIM Smartfren dapat dilakukan di web Smartfren atau mengunduh aplikasi MySmartfren melalui Apple AppStore. Selanjutnya pelanggan akan diminta untuk melakukan registrasi terlebih dulu, memilih paket eSIM Smartfren 90GB, dan memilih sendiri nomor yang diinginkan.
Setelah pemesanan ini dikonfirmasi, pelanggan akan mendapatkan QR Code untuk dipindai dan memasangkan nomor Smartfren sebagai eSIM di iPhone.
Pelanggan sudah bisa mendapatkan eSIM Smartfren melalui cara digital ini mulai 15 Oktober 2020. Buat pelanggan lama dapat mengganti kartu SIM fisik miliknya menjadi eSIM, dengan datang langsung ke Galeri Smartfren terdekat.
Sayang, hingga kini eSIM Smartfen terbatas bagi mereka pengguna iPhone. eSim Smartfren dapat digunakan untuk iPhone XR, iPhone XS, iPhone XS Max, iPhone 11, iPhone 11 Pro, iPhone 11 Pro Max, dan iPhone SE terbaru.
Pelanggan bisa mengubahnya menjadi smartphone DUAL SIM. Untuk mendapatkannya, Anda cukup membayar Rp 180.000 sudah termasuk kuota 90 GB (45 GB kuota utama + 45 GB kuota malam), masa aktif 360 hari.
Baca Juga: Permudah Transformasi Digital, Smartfren Luncurkan Layanan IoT ThingSpark
"Anda bisa mendapatkan manfaat berupa panggilan telepon gratis berkualitas HD ke sesama nomor Smartfren dan panggilan gratis 30 menit ke nomor lainnya," tukasnya.
Berita Terkait
-
Aktifkan Perdana Smartfren Unlimited Rp 80.000, Berhadiah Voucher Cashback
-
Smartfren dan Genesis Dogma Hadirkan Edukasi Virtual Esports
-
Berteknologi Canggih, Konser Virtual Smartfren Siap Digelar di Tiga Negara
-
Tips Pilih Paket Internet Unlimited Selama Pandemi COVID-19
-
Smartfren WOW Concert 2020 Digelar Virtual di Tiga Negara
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Seminggu Gempa NTT: Warga Pelosok Hanya Terima Segelas Beras, Sebutir Telur, dan Mi Instan
-
Tak Perlu Bolak-balik Atur Volume, Huawei FreeClip 2 S Andalkan AI
-
Pasien Depresi di Gresik Dirudapaksa di Gubuk Sawah Berkedok Pengobatan Alternatif
-
Stok Bantuan Gempa NTT Masih 577 Ton, BNPB Siapkan Tambahan Distribusi Udara
-
Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak
-
Bukan Menolak Warga Pati, YLBHI Buka Suara soal Tak Izinkan Bermalam di Diponegoro 74
-
Kabut Asap Kepung Kubu Raya, Presiden Pranowo Tinjau Karhutla di Tengah Udara 'Sangat Tidak Sehat'
-
Persija Resmi Rekrut Alexander Jeremejeff, Shin Tae-yong Bisa Senyum Lebar
-
673 Hektare Lahan Way Kambas Hangus, Petugas Padamkan Api Hanya Berbekal Gepyok Kayu
-
Tidak Menyerah dengan Keadaan, Kisah Anak Penjual Bubur Raih Predikat Wisudawan Terbaik