Suara.com - Pada awal September, para ilmuwan melakukan uji coba kamera Observatorium Vera C. Rubin dengan resolusi 3.200 MP. Ini menetapkan rekor dunia baru untuk bidikan tunggal terbesar yang diambil kamera digital raksasa.
Pencitraan array sensor yang terdiri dari bidang fokus untuk kamera digital berukuran mobil SUV milik Vera Rubin ini, melakukan pengujian di SLAC National Accelerator Laboratory di California, di mana SLAC merupakan singkatan dari Stanford Linear Accelerator Center, nama asli fasilitas tersebut.
Sekarang, para ilmuwan di SLAC National Accelerator Laboratory telah mengambil hasil foto digital 3.200 MP pertama di dunia.
"Kami akan mengukur dan membuat katalog sekitar 20 miliar galaksi. Sebagian besar langit malam sebenarnya tidak pernah dicitrakan sama sekali oleh teleskop. Tidak ada bagian langit yang benar-benar tergambar dengan jenis waktu, ukuran, dan irama waktu seperti ini," kata Steven Kahn, direktur Observatorium Vira C. Rubin di Chili, seperti dikutip CNET, Senin (26/10/2020).
Observatorium tersebut merupakan tempat kamera digital terbesar di dunia yang akan menjadi pusat dari upaya monumental memetakan langit malam. Kamera akan menghabiskan 10 tahun untuk menangkap gambar paling detail dari alam semesta.
Tim yang mengerjakan kamera baru sahja menyelesaikan bidang fokus, yang merupakan rangkaian sensor pencitraan dengan lebar lebih dari 60 sentimeter. Tim membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk merakit sensor, sebagian besar karena sensor dapat retak dengan mudah jika saling bersentuhan selama proses pemasangan.
Dikarenakan kamera belum lengkap, para ilmuwan menggunakan proyektor lubang jarum untuk menguji bidang fokus. Tim ahli mengambil foto dari gambar Vera C. Rubin, tim kamera, dan brokoli romanesco yang memiliki tekstur rumit.
CNET telah mengunggah video bagaimana para ilmuwan merancang dan membangun bidang fokus tersebut untuk membidik foto dalam akun YouTube yang diunggah pada 23 Oktober.
Baca Juga: Beresolusi 3.200 MP, Kamera Observatorium Ini Lakukan Uji Coba
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Penampakan Honor X80 Pro Max Beredar, HP Midrange Baru dengan Baterai 11.000 mAh
-
HP Samsung RAM 8 GB Apa Saja? Ini 3 Pilihan Terbaik dan Termurah sesuai Review
-
5 Kelebihan dan Kekurangan iPhone 14: 'iPhone Murah Terbaik' Pilihan David GadgetIn
-
17 Tim Peraih Juara MPL ID S1 hingga S17, Bigetron by Vitality Jadi Juara Baru
-
AI Picu Tren Ekonomi Keterampilan Manusia di Dunia Kerja
-
Cara Nonton Piala Dunia 2026 Lebih Murah, Telkomsel Hadirkan Paket FOLA PLAY Mulai Rp25 Ribu
-
72 Kode Redeem FF Max Terbaru 15 Juni 2026: Ada Skin M1917, Diamond, dan Bundel Bola
-
Dari Cloud hingga AI, Lintasarta Siapkan Fondasi Digital Baru untuk Bisnis Indonesia
-
Gameplay Clutch Beredar: Grafis Menawan, Padukan Sensasi 3 Game Balap Ikonis
-
Oppo Reno 16 Pro Global Muncul di Geekbench, Usung Dimensity 8000 Series dan RAM 12 GB