Suara.com - Semua negara di dunia tengah menyiapkan vaksin Covid-19 dan menentukan bagaimana sistem distribusinya. Salah satu negara di Asia menjadi salah satu yang mendukung rancangan undang-undang (RUU) yang menggratiskan vaksin virus corona baru (Covid-19) bagi seluruh penduduknya.
Pemerintah Jepang pada Selasa (27/10/2020) menyampaikan dukungannya ini. RUU tersebut juga akan memberikan kompensasi kepada para pemasok vaksin jika efek samping serius terjadi, dan perawatan kesehatan gratis akan ditawarkan kepada penerima vaksin jika mereka mengalami efek negatif.
RUU itu, yang merupakan amendemen dari undang-undang (UU) vaksinasi saat ini, diajukan tak lama setelah Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, dalam pidato kebijakan pertamanya di parlemen sejak mulai menjabat bulan lalu yang digelar sehari sebelumnya, menyampaikan bahwa pemerintah akan menjamin ketersediaan vaksin yang cukup bagi seluruh penduduk Jepang.
Segera setelah keamanan vaksin dipastikan melalui uji klinis dan persetujuan regulator, Suga mengatakan bahwa pemerintah akan mengamankan jumlah vaksin yang cukup untuk seluruh penduduk Jepang pada paruh pertama tahun depan.
Koalisi pimpinan Partai Liberal Demokrat (Liberal Democratic Party/LDP) yang berkuasa, berupaya meloloskan RUU tersebut demi mengamankan vaksin virus corona pada akhir sidang Diet (parlemen nasional Jepang) 5 Desember mendatang, dan telah mengalokasikan anggaran sebesar 671,4 miliar yen untuk mewujudkannya.
Pemerintah Jepang telah membuat kesepakatan dengan produsen obat asal Inggris, AstraZeneca Plc., dan perusahaan farmasi Pfizer Inc. dari Amerika Serikat (AS).
Dalam kedua kesepakatan itu, Jepang setuju menerima 120 juta dosis vaksin dari masing-masing perusahaan jika vaksin tersebut sukses dikembangkan.
Dilansir laman Xinhua, Kamis (29/10/2020), Jepang juga sedang dalam tahap negosiasi dengan perusahaan AS, Moderna Inc., untuk mengamankan sedikitnya 40 juta vaksin.
RUU tersebut mendesak masyarakat untuk berupaya bersama dengan menjalani vaksinasi. Pemerintah kota juga akan menawarkan pemberian vaksin dengan biaya yang sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah pusat.
Baca Juga: Penelitian Awal Vaksin Sinovac Dilakukan di Luar Negeri, Ini Kata BPOM
Pemerintah Jepang berharap perusahaan-perusahaan farmasi lokal berhasil mengembangkan vaksin buatan dalam negeri, namun sejauh ini para produsen obat lokal yang terlibat dalam pengembangan vaksin Covid-19 baru memasuki tahap awal dari uji klinis.
Selain itu, pemerintah pada Selasa juga mendukung RUU lain yang merevisi UU karantina agar kebijakan isolasi bagi mereka yang dinyatakan positif Covid-19 saat akan memasuki Jepang dapat dilanjutkan sampai Februari tahun depan.
Berita Terkait
-
Menristekdikti: Indonesia Akan Punya 6 Jenis Vaksin Covid-19
-
Vaksin Covid-19 AstraZeneca Menghasilkan Kekebalan pada Orang Tua
-
Angkatan Darat Dilibatkan dalam Proses Pembuatan Vaksin Covid-19
-
Rusia hingga India, Simak 5 Negara Jagoan Pengembang Vaksin Covid-19
-
Pakar Minta Pemerintah Jangan Buru-buru Vaksinasi Covid-19 di 2020, Kenapa?
Terpopuler
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Ujian Berat MBG: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
516 Korban Keracunan, Bupati Sidoarjo Ultimatum BGN Soal Perizinan: Ini Harus Tegas!
-
Kabar Gembira! Mulai 2027 Guru PPPK Paruh Waktu Resmi Diangkat Jadi Penuh Waktu
-
KPK Geledah Perusahaan Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Nama Adaro Ikut Terseret
Terkini
-
Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung
-
Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah
-
Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi
-
KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor
-
Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya
-
11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel
-
MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia
-
Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?