Suara.com - Ketua gugus tugas vaksin virus Corona (Covid-19) Inggris mengatakan bahwa generasi pertama inokulasi terhadap vaksin Covid-19, mungkin tidak sempurna dan kemungkinan tidak bisa mencegah infeksi untuk semua orang.
Dilaporkan dalam The Lancet, Kate Bingham memperingatkan orang-orang agar tidak terlalu optimis dan mengisyaratkan bahwa adanya kemungkinan vaksin Covid-19 apa pun, tidak memberikan perlindungan yang efektif untuk banyak orang atau untuk jangka waktu yang lama.
"Generasi pertama vaksin kemungkinan besar tidak sempurna dan kita harus bersiap bahwa vaksin itu mungkin tidak mencegah infeksi melainkan hanya mengurangi gejala dan bahkan mungkin tidak bekerja untuk semua orang atau untuk waktu yang lama," kata Bingham, seperti dikutip Independent, Kamis (29/10/2020).
Satuan tugas vaksin diciptakan oleh Sir Patrick Vallance, kepala penasihat ilmiah pemerintah, dan Bingham telah melapor langsung kepada Perdana Menteri Boris Johnson.
Banyak negara di dunia, termasuk Inggris, sedang mengembangkan vaksin Covid-19. Namun, dengan sekitar lusinan vaksin dalam fase uji coba akhir secara global, masih belum ada kepastian kapan vaksin akan tiba di negara mana pun.
"Strategi Inggris adalah untuk membangun portofolio yang beragam dalam format yang berbeda untuk memberikan Inggris kesempatan terbesar untuk menyediakan vaksin yang aman dan efektif, menyadari bahwa banyak atau mungkin semua dari vaksin tersebut bisa gagal," tambah Bingham.
Bingham juga menunjukkan bahwa kapasitas produksi global vaksin sangat tidak memadai, untuk miliaran dosis yang dibutuhkan dan kemampuan manufaktur Inggris saat ini pun tidak terlalu menunjang.
Sebelumnya, dalam penelitian yang dilakukan oleh Imperial College London menemukan bahwa antibodi terhadap virus Covid-19 menurun dengan cepat pada populasi Inggris selama musim panas. Ini menunjukkan bahwa perlindungan setelah infeksi mungkin tidak tahan lama.
Baca Juga: Alhamdulillah, Negara Ini Berencana Gratiskan Vaksin Covid-19
Berita Terkait
-
Bibit Vaksin Merah Putih Covid-19 akan Diujicobakan ke Hewan
-
Update Vaksin Merah Putih, Bulan Ini Disuntikan ke Hewan
-
Vaksin Covid-19 AstraZeneca Menghasilkan Kekebalan pada Orang Tua
-
Rusia hingga India, Simak 5 Negara Jagoan Pengembang Vaksin Covid-19
-
Pakar Minta Pemerintah Jangan Buru-buru Vaksinasi Covid-19 di 2020, Kenapa?
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Harga dan Spesifikasi Huawei Band 11 Series Resmi di Indonesia, Layar AMOLED 1,62 Inci
-
4 HP OPPO RAM 8 GB Paling Murah Februari 2026 Mulai Rp2 Jutaan
-
Ampverse Resmi Ekspansi ke Indonesia, Andalkan AI dan Gaming Intelligence
-
Alasan ASUS ExpertBook P1 P1403 Cocok untuk Pebisnis UMKM
-
5 HP Kamera Bagus untuk Lebaran Mulai Rp3 Jutaan, Hasil Foto Jernih Tak Perlu Sewa iPhone
-
Indosat HiFi Air Resmi Hadir, Internet Rumah Tanpa Kabel Bisa Dibawa Mudik dan Langsung Aktif
-
27 Kode Redeem FF 27 Februari 2026: Ada Skin SG2, Angelic, Hingga Bundle Jujutsu Kaisen
-
25 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 27 Februari 2026: Klaim Pemain OVR 117 dan Ribuan Gems Gratis
-
realme 16 Series 5G Bawa 21 Classic Tone ala Kamera Profesional dan Fitur NEXT AI Photography
-
4 Smartwatch yang Ada Pengingat Salatnya, Harga Terjangkau Mulai Rp200 Ribuan