Suara.com - Beberapa eksoplanet di luar tata surya memiliki kondisi ekstrem. Namun, tim ilmuwan yang dipimpin oleh mahasiswa doktoral Tue Giang Nguyen of York University, melakukan analisis pada sebuah eksoplanet dan menemukan keadaan yang sangat ekstrem.
Disebut K2-141b atau dijuluki planet lava, para ilmuwan menjalankan simulasi komputer untuk memprediksi kondisi dan cuaca di planet ekstrem. K2-141b sayangnya terletak dekat dengan bintang induknya dan berorientasi, sehingga dua pertiga dari planet ini terletak dalam cahaya yang sangat panas sementara sisi gelapnya tetap membeku.
Dalam penelitian yang diterbitkan di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, eksoplanet ini dapat menampung lautan magma yang mencapai kedalaman 100 kilometer dengan permukaan, yang diterpa angin supersonik berkecepatan lebih dari 5.000 kilometer per jam.
"Semua planet berbatu, termasuk Bumi, dimulai sebagai dunia cair tetapi kemudian dengan cepat mendingin dan memadat. Planet lava memberi kita gambaran langka pada tahap evolusi planet ini," kata Nicolas Cowan, ilmuwan planet, dalam pernyataan Universitas McGill, seperti dikutip CNET, Kamis (5/11/2020).
Simulasi komputer juga menunjukkan bahwa K2-141b mengalami hujan batu.
"Pada K2-141b, uap mineral yang dibentuk oleh batuan yang menguap tersapu ke sisi gelap yang dingin oleh angin supersonik dan 'hujan' batuan kembali ke laut magma," tambahnya.
Para ahli berharap teleskop generasi mendatang seperti James Webb Space Telescope (JWST) milik NASA yang telah lama tertunda pengembangannya, akan dapat membantu melihat lebih dekat ke eksoplanet dan memberi konfirmasi apakah simulasi komputer akurat.
Berita Terkait
-
Eropa Ikut Andil Pembangunan Stasiun Luar Angkasa di Bulan
-
Sempat Bocor, NASA Berhasil Simpan Sampel Asteroid Bennu
-
Amerika Incar Harta Karun US$10.000 Kuadriliun, Mulai Operasi Tahun 2026
-
NASA Temukan Molekul Aneh di Atmosfer Bulan Terbesar Saturnus
-
Pertama Kalinya, Semburan Listrik Terdeteksi di Jupiter
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Pers Soloraya Protes Pernyataan 'Londo Ireng', Nilai Rugikan Profesi Wartawan
-
Pembahasan Terus Berjalan di Komisi III DPR, RUU Perampasan Aset Sudah Masuk Pembahasan Batang Tubuh
-
Jadwal Piala Presiden Hari Ini: Persib dan Arema Jalani Laga Penentu
-
Cadence dan NVIDIA Hadirkan AuraStack AI Super Agent, Waktu Desain PCB Bisa 2 Kali Lebih Cepat
-
Ditelan Perairan Pulau Kelagian: Remaja 18 Tahun yang Hilang dari Kapal
-
Marvel Gandeng Kadokawa, Hadirkan Manga Baru Spider-Man hingga Punisher
-
Bersama Danantara, PNM Perkuat Ketahanan Keuangan Keluarga Prasejahtera
-
PDIP Tegaskan Kritik Anak Muda Harus Dirawat Bukan Dibungkam
-
Mahasiswa Universitas Islam Gaza di Tengah Gempuran Israel: Kami Kuliah di Rumah Sakit
-
Ketahanan Pangan Tak Cukup Mengandalkan Petani, Mengapa Generasi Muda Perlu Turun ke Kebun