Suara.com - Apple meminta pada pengembang iOS untuk memberikan detail informasi terkait pengumpulan data pengguna oleh aplikasi dan pembaruan yang mereka buat pada 8 Desember mendatang.
Dilansir dari NDTV, para pengembang harus menawarkan informasi tentang jenis data yang dikumpulkannya dan daftar App Store akan memberi label informasi itu.
"Hal ini untuk membantu para pengguna dalam memahami praktik privasi aplikasi sebelum mereka mengunduhnya di platform Apple manapun," jelas Apple seperti dikutip dari NDTV, Jumat (6/11/2020).
Setelah label informasi ini ditayangkan, maka setiap halaman produk aplikasi akan memiliki informasi berisi beberapa jenis data yang dikumpulkan oleh aplikasi pengembang.
Deskripsi ini juga berisikan apakah data pengguna bakal ditautkan atau digunakan untuk melacak aplikasi tadi.
"Anda harus memberikan informasi tentang praktik privasi aplikasi yang dibuat, termasuk praktik mitra pihak ketiga yang kodenya diintegrasikan ke dalam aplikasi Anda di App Store Connect," jelas Apple.
Tidak ada detail tentang kapan tepatnya label ini akan ditayangkan di App Store. Namun mereka menyebutkan bahwa App Store akan membantu para pengguna untuk memahami praktik privasi aplikasi pada akhir 2020.
Dalam konsepnya, pengembang harus menjawab pertanyaan privasi aplikasi di App Store Connect. Pengembang juga akan diberikan beberapa opsi dan mereka harus memilih jawaban yang sesuai dari sana.
Apple telah meminta pengembang iOS untuk mengungkapkan semua data yang "Anda atau mitra pihak ketiga kumpulkan", dan telah memperingatkan mereka mesti "bertanggung jawab untuk menjaga tanggapan akurat dan terbaru".
Baca Juga: Pilihan Widget Terbaik iOS 14
Untuk membantu pengembang lebih jauh, Apple telah menyebutkan beberapa kriteria di mana tipe data bersifat opsional untuk diungkapkan, dan semuanya disebutkan di situs Pengembang Apple.
Apple pertama kali mengumumkan persyaratan wajib tadi selama peluncuran iOS 14 di WWDC awal 2020.
Meskipun rilis iOS 14 tidak melihat perubahan ini diterapkan, "label" tadi diharapkan muncul di daftar App Store pada akhir tahun ini.
Berita Terkait
-
Paradoks Komunikasi dan Etika Birokrasi Pemangku Kepentingan
-
Mac Mini dan Mac Studio Dapat Chip Baru Apple, Harganya Tembus Rp323 Juta
-
Berobat ke Luar Negeri, Ini Pentingnya Menyaring Informasi Medis yang Tepercaya
-
Apple Diam-Diam Siapkan Server AI Berbasis Chip M5, Ini Bocoran Wujudnya
-
Apple Siapkan Warna Dark Cherry untuk iPhone 18 Pro, iPhone Lipat Justru Main Aman
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Ahmad Muzani Ungkap Keinginan Presiden Prabowo: PPHN Sebaiknya Diatur Lewat TAP MPR
-
Dalih BPS Masukkan Tukang Becak ke Desil 9
-
Pasca Banjir Bandang Tewaskan 390 Orang, Danau Raksasa Mendadak Muncul di Nepal
-
6 Sistem Pernapasan Manusia Organ dan Cara Kerjanya
-
Kabut Asap Karhutla Kepung Palangka Raya
-
Pemain Timnas Indonesia Pernah Dipantau Como 1907, Tak Ada yang Lolos Standar Cesc Fabregas
-
Jalan Pintas Penuhi Target PLTS 30 GW, Andalkan Kawasan Industri
-
Harga Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup Jadi Standar Kemewahan yang Tak Masuk Akal
-
Profil Raja Harald V, Raja Eropa Paling Bersejarah Bawa Norwegia ke Era Modern
-
Hair Dryer vs Air-Dry: Cara Mana yang Lebih Aman untuk Rambut?