Suara.com - Peralatan rumah tangga saat ini telah dilengkapi dengan teknologi yang semakin canggih, salah satunya adalah penyematan sensor, baik sensor sentuhan ataupun suara. Namun, seorang warganet membagikan pengalaman lucu saat menggunakan sensor tersebut.
Dibagikan kembali oleh Twitter @txtdarionlshop pada 19 November, pemilik akun mengunggah gambar tangkapan layar salah satu toko online pada marketplace yang menjual barang elektronik dan perlengkapan rumah.
Warganet tersebut membeli lampu bohlam 15 watt seharga Rp 21.000 yang dilengkapi dengan sensor suara, sehingga warganet cukup menepukkan kedua tangan untuk mematikan atau menyalakan lampu.
Usai membeli lampu tersebut dan mencobanya, warganet menuliskan ulasan pada kolom yang tersedia untuk pembeli. Warganet tersebut memberikan rating bintang lima dan menulis bahwa lampu tersebut sangat sensitif.
Karena tingkat sensitivitas sensor yang tinggi, suara selain tepukan tangan pun dapat mematikan atau menyalakan lampu. Alhasil, ketika warganet tertawa maka lampu itu akan berkedip-kedip antara mati dan nyala.
"Asik sih cuma sensitif bener. Pas lagi ketawa ngakak mati nyala mati nyala. Dikira ketawa gue angker kali kayak mbak kunti," tulis warganet dalam kolom ulasan pembeli.
Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari dari 2.400 kali ke sesama pengguna Twitter itu pun menuai beragam komentar. Rupanya, beberapa warganet lain juga pernah mengalami pengalaman serupa.
"Bener lampu begini sensitif banget. Sodaraku make mana di ruang makan, pas lagi motong daging bunyi keplak, langsung mati lampunya," tulis akun @slputriii.
"Bohlamnya lagi dapet kali yak sensitif bener," komentar @cheppleuwu.
Baca Juga: Minta Nomor Resi ke Penjual, Tingkah Warganet Ini Bikin Ngakak
"Bisa lebih menjiwai kalau nonton film horor tengah malem," tambah @aevadakedavra.
"Nyusahin kadang tuh lampu. Pernah lagi ngejar tikus masuk ke rumah, mau mukul pake tongkat kena lantai, lampunya mati tikusnya makin kabur," ungkap @qia_hanabee.
"Ini kayak lampu punya temen gue. Kalau bersin atau batuk juga mati. Pokoknya kalau berisik mati nyala mati nyala, nggak cocok buat orang penakut ntar bisa parno sendiri," cuit @tiransep.
Berita Terkait
-
Hindari Menyontek, Ide Ujian Online Ini Jadi Sorotan Warganet
-
Bikin Salut, Pengemudi Ojol Ini Viral karena Kelewat Jujur dan Baik
-
Bikin Status Galau dari Lagu Anti Mainstream, Warganet: Mantul Juga
-
Belanja Sayur Pakai Bahasa Korea Campuran, Aksen Ibu-ibu Ini Bikin Ngakak
-
Ngenes, Tangis Pilu Lelaki Kehilangan Laptop Kantor Seharga Rp 16 Juta
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar