Suara.com - Pandemi COVID-19 telah mengajak warga dunia beradaptasi dengan cara membatasi diri agar tidak berada di luar rumah. Meski begitu, ada beberapa waktu terbaik bila terpaksa harus pergi bepergian dan berada di tengah keramaian. Dengan memperhitungkan kemungkinan waktu off-peak atau di luar puncak kepadatan, maka risiko tertular virus Corona jenis baru bisa dimaksimalkan.
Google Maps merilis kapan waktu yang tepat apabila ingin berkunjung ke suatu tempat. Misalnya kedai kopi, apotek, supermarket, restoran, hingga taman. Data diambil dari rekam jejak pengguna Google saat berkunjung ke tempat-tempat itu.
Berikut waktu terbaik yang bisa dijadikan wacana bila harus berkunjung tempat-tempat itu, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu (21/11/2020).
Inilah daftar kunjungan terbaik berdasar data Google Maps:
1. Kedai kopi
- Waktu terbaik untuk berkunjung: Selasa, pukul 16.00
- Waktu sibuk dan tidak disarankan berkunjung: Sabtu, pukul 10.00
2. Apotek
- Waktu terbaik untuk berkunjung: Senin, pukul 09.00
- Waktu sibuk dan tidak disarankan berkunjung: Jumat, pukul 15.00
3. Supermarket
- Waktu terbaik untuk berkunjung: Senin, pukul 08.00
- Waktu sibuk dan tidak disarankan berkunjung: Sabtu, pukul 12.00 dan pukul 15.00
4. Restoran
- Waktu terbaik untuk berkunjung: Selasa, pukul 15.00
- Waktu sibuk dan tidak disarankan berkunjung: Jumat, pukul 16.00
5. Taman
Baca Juga: Google Maps Umumkan 3 Fitur Baru, Mirip Aplikasi Ojek Online
- Waktu terbaik untuk berkunjung: Hari kerja, pukul 07.00
- Waktu sibuk dan tidak disarankan berkunjung: Sabtu, pukul 16.00
Untuk mengecek seberapa sibuk tempat-tempat tertentu di Google Maps, berikut cara yang bisa dilakukan:
- Buka Google Maps
- Pilih tempat mana yang akan dikunjungi, seperti apotek
- Klik tempat calon tujuan
- Scroll ke bawah hingga melewati deskripsi tempat dan nomor telepon
- Baca atau lihat "jam favorit". Deskripsi akan menampilkan grafik yang berisi jam berapa tempat itu akan ramai dikunjungi. Selain itu, pengguna bisa melihat kemungkinan kunjungan di hari lain dengan menggeser grafik yang ada.
Berita Terkait
-
Review Cek Khodam: Komedi Horor yang Telat Menunggangi Momentum Tren Viral
-
Alarm Diabetes Indonesia: Skrining BPJS Belum Mampu Menjangkau Jutaan Kasus Tersembunyi?
-
Ulasan Cek Khodam: Saat Tren Viral Berubah Jadi Komedi Horor yang Segar!
-
Remaja Indonesia Hadapi Ancaman Kesehatan Mental, Kecemasan dan Depresi Jadi Temuan Utama
-
5 Cara Cek Nomor Indosat Pakai Internet dan Tidak, Praktis dan Cepat
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Bisnis Inti KAI Tumbuh Solid, Laba Bersih Anjlok 74 Persen Tergerus Whoosh
-
Usung Konsep Drama SMA Militer, Serial Minerva Academy Rilis September 2026
-
Ketika Siaran Pidato Terputus: Rakyat Lebih Cemas Perang Dunia atau Biaya Hidup?
-
Hari Ini Terakhir Promo Buy 1 Get 1 Sports Station, Ada Nike hingga New Balance!
-
Didukung Bisnis Energi Terbarukan, HGII Catat Laba Bersih Rp 11,58 Miliar pada Semester I 2026
-
Jokowi Minta Kader PSI Ubah Cara Kerja Organisasi demi Hadapi Pemilu 2029
-
7,8 Juta Rokok Ilegal Masuk Makassar, Modus Sembunyi di Peti Kemas Berhasil Dibongkar Bea Cukai
-
Menjaga Penglihatan di Era Modern, Tantangan Baru Layanan Kesehatan Mata Indonesia
-
Review Drama Loved One, Perjalanan Tim Forensik Menyingkap Misteri Kematian
-
Purbaya Cek Proyek Sekolah Rakyat Surabaya: Luas Lahan 6,6 Hektare, Realisasi Anggaran Rp 3,21 T