Suara.com - Twitter mulai menampilkan label peringatan bagi para pengguna yang menyukai (like) tweet berisi informasi palsu dan menyesatkan. Kebijakan ini mulai berlaku pada Senin (23/11/2020).
Dalam pengumuman yang disampaikan akun Twitter @TwitterSupport, kebijakan ini dibuat untuk mengurangi informasi palsu yang beredar di platformnya, seperti pemilihan umum (Pemilu), COVID-19, dan kabar palsu yang dibuat oleh media.
"Kebijakan ini membantu mengurangi penyebaran informasi menyesatkan sebesar 29 persen. Jadi kami akan menampilkan peringatan sebelum anda menyukai tweet yang sudah berlabel disinformasi," jelas @TwitterSupport.
Dengan begitu, pengguna akan diberi peringatan dari Twitter sebelum melakukan like kepada tweet yang dianggap menyesatkan. Peringatan ini akan ditampilkan dalam jendela pop-up dan meyakinkan pengguna sebelum membagikannya.
Dilansir dari The Verge, Rabu (25/11/2020), peringatan ini akan diluncurkan di versi website dan iOS secara global pada minggu ini. Sedangkan untuk Android akan ditampilkan beberapa minggu mendatang.
Peringatan Twitter pada informasi menyesatkan ini bukan hal pertama yang diberlakukan perusahaan berlogo burung biru itu. Sebelumnya, Twitter sudah memberikan peringatan yang sama kepada pengguna lewat fitur Retweet. Pengguna Twitter akan diperingatkan terlebih dulu sebelum menyebarkan tweet itu kepada pengikutnya.
Berita Terkait
-
Cinta dan Perasaan Lainnya di Buku Kumpulan Puisi I See You Like a Flower
-
Gus Ipul Desak Wali Kota Denpasar Tarik Ucapan Dinilai Menyesatkan Publik
-
Baskara Mahendra Jadi Sasaran Hujatan KNetz, Warganet Tak Tinggal Diam
-
Menampar Diri Lewat Buku How to Stop Feeling Like a Sh*t Karya Andrea Owen
-
Novel No Place Like Home: Ketika Rumah Tak Selalu Berarti Pulang
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Usai Beli Saham Capcom, Arab Saudi Bakal Caplok Moonton Rp102 Triliun
-
15 HP Oppo Terbaru 2026 dan Harganya, Mana yang Cocok Buat Kantongmu?
-
Lenovo dan MSI Siap Luncurkan Laptop dengan Intel Core Ultra 7 serta NVIDIA RTX 5070
-
Death Stranding 2 Pecahkan Rekor di PC, Jadi Jawaban Telak untuk Sony
-
CD Projekt Sedang Garap Game Baru, Penerus The Witcher dan Cyberpunk?
-
Serangan Rantai Pasokan Jadi Ancaman Siber Terbesar 2025, Perusahaan Asia Pasifik Wajib Waspada
-
5 Rekomendasi HP Rp3 Jutaan dengan Spek Gahar dan Performa Andal
-
REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
-
HP Murah Redmi 15A 5G Rilis Akhir Maret: Usung Chip Mumpuni dan Baterai Jumbo
-
Rincian Fitur Redmi Smart TV MAX, Hadirkan Layar 100 Inci 144 Hz dengan Harga Miring